Untuk mengurangi kemacetan tersebut, PT Pelindo II (Persero) berencana mengembangkan bisnis layanan angkutan truk kontainer berbasis online. Pelindo II hanya berperan sebagai penyedia sistem, sementara armada truk berasal dari perusahaan pemilik truk.
"Di jalan raya hampir 50% kosong itu truk kosong nggak ada muatan. Sehingga truk yang ke Priok itu setengahnya pas balik tidak ada isinya, ada isinya pas angkut dari pelabuhan ke kawasan industri saja," kata Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino pada detikFinance ditemui di kantornya, awal pekan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama ini kan nggak tersistem. Truk pada numpuk di Marunda sama Cakung, giliran ada yang butuh baru panggil jalan ke Cikarang. Angkut dari Priok, baliknya isinya kosong. Kalau sudah kita beli platform ini, pesan truk kaya pesan hotel. Nanti kita integrasikan dengan terminal kita di Priok yang kirim keluar atau masuk pelabuhan," jelas Lino.
Saat ini, kata Lino, pihaknya sedang mencari patner untuk mengembangkan sistem pemesanan truk kontainer tersebut. Sistem ini otomatis akan menghilangkan truk-truk muatan kosong yang hanya mengambil muatan ketika ada order pengiriman barang saja.
"Kalau nanti jalan kita bisa tekan truk-truk tanpa muatan ini 10-20%. Sebenarnya simpel, dan banyak solusi buat efisien, kapan selesai secepatnya, saya juga sudah ngomong ke Organda," ucap Lino.
(ang/ang)











































