Kementerian Pertanian (Kementan) terkena pemotongan anggaran sampai Rp 1,3 triliun dari total anggarannya dalam RAPBN 2016 sebesar Rp 30 triliun.
Meski anggarannya untuk tahun depan berkurang Rp 1,3 triliun, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tenang-tenang saja. Sebab, pihaknya yakin bisa kembali mendapat tambahan anggaran pada saat pembahasan RAPBN-P 2016 di bulan Februari 2016 nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemotongan anggaran ini, dia menambahkan, juga tidak akan menganggu kinerja kementeriannya. Sebab, program-program yang terkena dampak pengurangan anggaran bukan merupakan program prioritas Kementan.
Program yang menyangkut 7 komoditas yang mendapat perhatian utama Kementan, yaitu padi, jagung, kedelai, bawang merah, cabai, gula, dan daging sapi, tidak dipotong anggarannya.
"Anggaran yang ditunda adalah anggaran yang tidak menjadi skala prioritas. Jadi produksi 7 komoditas pangan utama tidak akan terganggu." paparnya.
Angaran-anggaran Kementan yang dikurangi atau dihapus misalnya anggaran pengembangan ubi kayu, anggaran penelitian, dan sebagainya."Yang dipotong itu misalnya pengembangan ubi kayu, penelitian, semuanya di luar komoditas strategis," tutup Amran.
(ang/ang)











































