Laju pertumbuhan ekonomi AS ini turun dari besaran di kuartal II-2015 sebesar 3,9%.
Demikian laporan dari Departemen Perdagangan AS, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (29/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil laporan cukup sehat, masih ada momentum untuk penguatan ekonomi, dan suku bunga acuan (The Fed) masih bisa naik di Desember," kata Ekonom Standard Chartered Bank di New York, Thomas Costerg.
The Fed atau Federal Reserve, selaku bank sentral di AS, menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi cukup moderat, dan ada sinyal kenaikan suku bunga acuan di Desember.
Bursa saham Wall Street dan harga surat utang pemerintah AS turun akibat data ekonomi ini. Dolar AS juga disebut melemah terhadap sejumlah mata uang.
Ekonomi AS memang tengah bergejolak sejak resesi di 2007-2009, akibat krisis keuangan global. Tahun ini, ekonomi AS menghadapi hadangan dari penguatan dolar dan pemangkasan belanja sejumlah perusahaan energi, akibat turunnya harga minyak.
Pertumbuhan ekonomi AS didorong oleh konsumsi masyarakat, yang mewakili 2/3 dari aktivitas ekonomi negeri paman sam tersebut. Konsumsi masyarakat tumbuh 3,2% di kuartal III-2015, setelah tumbuh 3,6% di kuartal II-2015.
Namun, penguatan dolar membuat pertumbuhan ekspor AS turun di kuartal III-2015.
(dnl/rrd)










































