Demikian disampaikan oleh Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro usai rapat dengan Banggar DPR subuh tadi, Jumat (30/10/2015).
"Masalah kabut asap itu akan ada di anggaran, pertama dia ada anggaran bencananya sendiri, yang merupakan dana cadangan yang on call oleh BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Kemudian anggaran di Kementerian Kehutanan sendiri, kemudian kami tambah kami akan beli 3 pesawat tahun depan untuk pesawat bom air, mungkin nanti kabinet memutuskan akankah kami melakukan rekonstruksi lahan gambut, itu kami pertimbangkan yang tentunya butuh dana besar," papar Bambang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kalau ditanya 2016 sumber pertumbuhan apa? Ya selain konsumsi dan mungkin investasi ya saya harus bilang belanja pemerintah penting, jadi sifat ekspansinya masih ada," jelas Bambang.
Berikut rinciannya RUU APBN 2016:
I. Asumsi Makro
- Pertumbuhan ekonomi 5,3%
- Inflasi 4,7%
- Kurs Rp13.900/US$
- SPN 3 bulan 5,5%
- ICP (Indonesia Crude Price) US$ 50/barel
- Lifting Minyak 830.000 barel per hari
- Gas 1,15 juta barel setara minyak
II. Target Pembangunan
- Kemiskinan 9-10%
- Gini rasio 0,39
- Indeks pembangunan manusia 70,1
- TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) diharapkan turun 5,2-5,5%.
1. Pendapatan negara Rp 1.822,5 triliun
a. Penerimaan perpajakan Rp 1.546,7 triliun, terdiri dari:
- Pendapatan pajak dalam negeri Rp 1.506,5 triliun
- Pendapatan pajak perdagangan internasional Rp 40,1 triliun
- Penerimaan SDA Rp 124,8 triliun
- Pendapatan Laba BUMN Rp 34,1 triliun
- PNBP lainnya Rp 79,4 triliun
- Pendapatan BLU Rp 35,3 triliun
2. Belanja Negara Rp 2.095,7 triliun
a. Belanja pemerintah pusat Rp 1.325,6 triliun, terdiri dari:
- Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) Rp 784,1 triliun
- Belanja Non K/L 541,4 triliun (subsidi energi Rp 102,1 triliun)
3. Pembiayaan anggaran Rp 273,2 triliun (2,15%)
(dnl/hen)











































