Ini Daftar BUMN yang Bakal Dapat 'Suntikan' Rp 40 Triliun

Ini Daftar BUMN yang Bakal Dapat 'Suntikan' Rp 40 Triliun

Maikel Jefriando - detikFinance
Jumat, 30 Okt 2015 19:03 WIB
Ini Daftar BUMN yang Bakal Dapat Suntikan Rp 40 Triliun
Jakarta - Tahun depan pemerintah menganggarkan suntikan modal untuk BUMN Rp 40,42 triliun, dalam Rancangan APBN 2016. Ada 25 BUMN yang mendapatkan suntikan tersebut.

Dalam data kesepakatan antara pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR, Jumat (30/10/2015) tertera rincian BUMN yang mendapatkan suntikan ini. Besaran PMN ini naik dari pengajuan pemerintah sekitar Rp 39 triliun.

Meski begitu, keseluruhan RAPBN 2016 ini masih menunggu persetujuan dalam rapat Paripurna DPR yang masih dilakukan hingga saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut daftar BUMN tersebut:

  1. PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Rp 1 triliun
  2. PT Sarana Multigriya Infrastruktur (SMI) Rp 3,5 triliun
  3. PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) Rp 1 triliun
  4. PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) Rp 500 miliar
  5. PT Geo Dipa Energi Rp 1,16 triliun
  6. PT Krakatau Steel Tbk Rp 2,456 triliun
  7. PT Hutama Karya Rp 3 triliun
  8. PT PLN Rp 10 triliun
  9. Perum Bulog Rp 2 triliun
  10. PT Perikanan Nusantara Rp 29,4 miiar
  11. PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Rp 692,5 miliar
  12. PT Angkasa Pura II Rp 2 triliun
  13. PT Pelni Rp 564,8 miliar (non tunai)
  14. PT Bharata Indonesia Rp 500 miliar
  15. PT Wijaya Karya Tbk Rp 4 triliun
  16. PT PP Tbk Rp 2,25 triliun
  17. Perum Perumnas Rp 485,4 miliar
  18. PT Industri Kereta Api (Inka) Rp 1 triliun
  19. PT Perusahaan Perdagangan Indonesia Rp 1 triliun
  20. PT Asuransi Kredit Indonesia Rp 500 miliar
  21. Perum Jamkrindo Rp 500 miliar
  22. PT Amarta Karya Rp 32,1 miliar
  23. PT Jasa Marga Tbk Rp 1,25 triliun
  24. PT Pelindo III Rp 1 triliun
  25. PT Pertani Rp 500 miliar
Dalam data tersebut, ada juga poin PMN lainnya yang diberikan kepada:

  1. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Rp 4 triliun
  2. PT Perkebunan Nusantara I Rp 25 miliar (non tunai)
  3. PT Perkebunan Nusantara VIII Rp 32,8 miliar (non tunai)
(dnl/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads