Pagi ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengadakan upacara dalam rangka Hari Oeang Republik Indonesia yang diperingati setiap 30 Oktober. Tonggak Hari Oeang Republik Indonesia adalah beredarnya Oeang Republik Indonesia (ORI) untuk pertama kalinya pada 30 Oktober 1946.
Saat itu, pemerintah Indonesia yang masih berjuang mempertahankan kemerdekaan mengeluarkan ORI sebagai lambang kedaulatan negara. Sebagai sebuah negara yang merdeka, tentu Indonesia harus memiliki mata uang sendiri.
Demikian disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu), Bambang Brodjonegoro dalam sambutannya pada upacara Hari Oeang Nasional di lapangan Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Sabtu (31/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, rupiah telah menggantikan ORI sebagai alat pembayaran yang sah di seluruh Indonesia. Bambang menyoroti terus menurunnya nilai mata uang rupiah dalam 2 tahun terakhir akibat tekanan dari luar maupun dalam negeri.
Pihaknya terus berupaya memperkuat rupiah yang merupakan mata uang kebanggaan masyarakat Indonesia.
"Kita tidak dapat memungkiri bahwa saat ini rupiah belum berada dalam performa terbaiknya. Perlambatan ekonomi dan ketidakpastian global yang sedang terjadi tetap membutuhkan kewaspadaan. Kemenkeu pun berkomitmen penuh untuk memfokuskan kebijakan ikut menjaga rupiah sesuai nilai fundamentalnya," ucapnya.
Sebagai upaya memperkuat rupiah, Bambang mengajak semua pihak, terutama jajarannya, agar hanya menggunakan dan mencintai rupiah dalam setiap transaksi di wilayah Indonesia, seperti halnya dulu para perintis kemerdekaan hanya menggunakan ORI di wilayah Republik Indonesia.
Baik eksportir, importir, pemerintah, dan masyarakat umum kini harus mengikuti langkah para perintis kemerdekaan supaya rupiah kuat.
"Mari jadikan instansi Kemenkeu sebagai pelopor penggunaaan rupiah dalam setiap transaksi di wilayah NKRI. Penggunaan rupiah dalam setiap transaksi adalah kunci tercapainya kestabilan nilai tukar rupiah," tandasnya.
Berbagai kebijakan juga terus dibuat dan diimplementasikan pemerintah supaya nilai tukar rupiah terjaga dan perekonomian nasional tidak goyah.
"Beberapa waktu terakhir, pemerintah juga sudah mengeluarkan serangkaian paket kebijakan ekonomi untuk menangani situasi perekonomian nasional saat ini. Segala ikhtiar pemerintah tersebut tentunya membutuhkan dukungan penuh dari seluruh masyarakat Indonesia," tutupnya.
(feb/feb)










































