Dana PMN Atasi 'Macet' Bandara Soetta Ditahan DPR

Dana PMN Atasi 'Macet' Bandara Soetta Ditahan DPR

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Sabtu, 31 Okt 2015 13:20 WIB
Dana PMN Atasi Macet Bandara Soetta Ditahan DPR
Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menahan alokasi anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN) dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2016 kepada 25 Badan Usaha Milik Negara (BUMN), salah satunya untuk PT Angkasa Pura II (AP II).

AP II sebelumnya dalam Rancangan APBN 2016 memperoleh alokasi Rp 2 triliun. Dana tersebut diusulkan untuk membiayai infrastruktur kebandarudaraan, yang mampu mengatasi 'macet' atau padatnya lalu lintas pesawat dan penumpang, di Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang.

Lantas apa tanggapan AP II atas penahanan PMN itu?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Utama AP II, Budi karya mengatakan, kebutuhan dana untuk pengembangan Bandara Soetta memang sangat mendesak. Alhasil, AP II akan mencari solusi pendanaan.

Untuk sementara waktu, AP II akan menggunakan modal sendiri hingga DPR dan Pemerintah sepakat memasukan dan mencairkan PMN di dalam APBN Perubahan 2016.

"Penggunaan uang ada time frame, kalau semua itu APBN-P masih mungkinkan (PMN) maka kita bisa pakai dana sendiri (sementara) karena nanti bisa di-cover di APBN-P," kata Budi kepada detikFinance, Sabtu (31/10/2015).

Budi menyebut, pihaknya membutuhkan dana Rp 40 triliun untuk pengembangan keseluruhan Bandara Soetta, seperti terminal, Automated People Mover System (APMS) hingga runway (landasan pesawat), dan apron (parkir pesawat).

Dari kebutuhan dana itu, Rp 4 triliun akan disokong dari PMN. AP II sendiri telah mengantongi PMN 2 triliun yang cair dalam APBN 2015.

Rencananya, alokasi PMN dipakai membiayai pembebasan lahan dan pengembangan runway ke-3, pembangunan apron untuk cargo, hingga pembangunan East Cross Taxiway yang menghubungkan runway ke-1 dan ke-2.

Bila pembangunan berjalan lancar, Budi optimistis, 'macet' pergerakan pesawat saat take off dan landing yang terjadi setiap hari bisa diurai.

"Pengembangan Soetta semuanya butuh Rp 40 triliun. PMN ini bagian dari perseroan meningkatkan ekuitas sehingga kita punya kemampuan untuk melakukan pinjaman. Dari dana itu, kita butuh PMN-nya 4 triliun saja," sebutnya.

(feb/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads