Kekecawaan tersebut bukan tanpa sebab. Ia dan jajaran Komisaris PPI pernah melayangkan teguran jajaran Direksi PPI karena memiliki kinerja tak kinclong.
Menurutnya, direksi BUMN pariwisata itu dinilai kurang cepat menjalankan tugasnya untuk mengembangkan kawasan pariwisata baru di Mandalika, Lombok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai memberikan teguran keras, Ia dan jajaran komisaris lainnya sempat dipanggil di Kementerian BUMN. Kemudian, ada tindaklanjut dari Kementerian BUMN dengan melakukan pergantian beberapa direksi.
Yang membuatnya kaget, Ia dan komisaris lainnya beberapa saat setelah pemanggilan, justru ikut dicopot. Padahal jajaran komisaris telah menjalankan tugas sebagai dewan pengawas.
"Itu yang aneh. Pertama, kenapa justru kita, kita yang negor, kita yang ngawasin malah kita duluan. Akhirnya protes diikutin dan direksi diganti serta direnovasi tapi justru tidak seluruhnya. Ada satu orang direktur pengembangan nggak perform tapi masih tetap," ujarnya.
Selain mengganti eks Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar, Kementerian BUMN juga melakukan pergantian 3 komisaris PPI lainnya. Berikut daftarnya di tautan berikut ini.
(feb/ang)











































