Beberapa produk pertanian, termasuk beras, belum akan diperdagangkan bebas di MEA 2016 nanti karena masih masuk dalam daftar sensitive list, tidak tertutup kemungkinan suatu saat, perdagangan beras juga akan terbuka bebas.
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyatakan bahwa Indonesia tak perlu takut bila hal itu terjadi. Menurutnya beras lokal Indonesia sudah cukup berdaya saing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan perhitungan kasarnya, harga beras kualitas medium di tingkat petani bisa Rp 5.000-6.000/kg. Jika tata niaga beras di dalam negeri diperbaiki, harga beras lokal bisa jauh di bawah Rp 10.000/kg.
Bila tata niaga diperbaiki, katanya, harga beras lokal tidak akan lebih mahal dibandingkan dengan beras impor dari negara-negara tetangga, misalnya beras Vietnam.
"Harga gabah di petani kita rata-rata Rp 3.500-4.000/kg. Kalau jadi beras di petani hanya Rp 5.000-6.000/kg," kata Amran di Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (2/11/2015).
Selain itu, Indonesia juga bisa memaksimalkan ekspor beras yang nilai tambahnya tinggi, yaitu beras organik. Harga rata-rata beras organik yang diekspor Indonesia mencapai Rp 25.000/kg, jauh lebih tinggi dibanding beras medium.
Beras organik berkualitas khusus yang diproduksi Indonesia ini belum dapat ditandingi oleh Vietnam yang merupakan eksportir beras medium.
"Jangan lupa juga kita punya beras organik, harganya Rp 25.0000/kg. Kalau ekspor kita dapat banyak, kita ambil celah pasar itu. Pasarnya terbuka, kemarin kita sudah coba ekspor (ke Italia)," katanya.
(hen/hen)











































