Mentan Sebut Beras RI Bisa Bersaing dengan Vietnam

Mentan Sebut Beras RI Bisa Bersaing dengan Vietnam

Michael Agustinus - detikFinance
Senin, 02 Nov 2015 16:30 WIB
Mentan Sebut Beras RI Bisa Bersaing dengan Vietnam
Jakarta - Mulai 1 Januari 2016 mendatang, Indonesia akan memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Adanya MEA maka ASEAN menjadi pasar tunggal yang mencakup barang, jasa, dan pasar tenaga kerja.

Beberapa produk pertanian, termasuk beras, belum akan diperdagangkan bebas di MEA 2016 nanti karena masih masuk dalam daftar sensitive list, tidak tertutup kemungkinan suatu saat, perdagangan beras juga akan terbuka bebas.

‎Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyatakan bahwa Indonesia tak perlu takut bila hal itu terjadi. Menurutnya beras lokal Indonesia sudah cukup berdaya saing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan sejumlah perbaikan faktor-faktor produksi pertanian dalam setahun terakhir seperti revitalisasi jaringan irigasi, modernisasi alat mesin pertanian, perbaikan pupuk dan benih, kini produksi beras di Indonesia sudah makin efisien.

‎Berdasarkan perhitungan kasarnya, harga beras kualitas medium di tingkat petani bisa Rp 5.000-6.000/kg. Jika tata niaga beras di dalam negeri diperbaiki, harga beras lokal bisa jauh di bawah Rp 10.000/kg.

Bila tata niaga diperbaiki, katanya, harga beras lokal tidak akan lebih ‎mahal dibandingkan dengan beras impor dari negara-negara tetangga, misalnya beras Vietnam.

"Harga gabah di petani kita rata-rata Rp 3.500-4.000/kg. Kalau jadi beras di petani hanya Rp 5.000-6.000/kg," kata Amran di Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (2/11/2015).

Selain itu, Indonesia juga bisa memaksimalkan ekspor beras yang nilai tambahnya tinggi, yaitu beras organik. Harga rata-rata beras organik yang diekspor Indonesia mencapai Rp 25.000/kg, jauh lebih tinggi dibanding beras medium.

Beras organik berkualitas khusus yang diproduksi Indonesia ini belum dapat ditandingi oleh Vietnam yang merupakan eksportir beras medium.

"Jangan lupa juga kita punya beras organik, ‎harganya Rp 25.0000/kg. Kalau ekspor kita dapat banyak, kita ambil celah pasar itu. Pasarnya terbuka, kemarin kita sudah coba ekspor (ke Italia)," katanya.

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads