Kapal ternak khususnya sapi akan digunakan sebagai sarana angkut khusus dari sentra produksi sapi di NTB dan NTT ke sentra konsumsi sapi di Jawa khususnya Jabodetabek.
"Kita mau pesan 5 kapal ternak lagi karena Kementan katanya masih kurang. Sekarang kita baru pesan 1 kapal yang pertengahan November ini sudah selesai," kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Bobby Mamahit ditemui di kantor Kemenhub, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Senin (2/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anggarannya Rp 300 miliar untuk 5 kapal ternak. Karena satu kapal harganya Rp 60 miliar, saat ini sedang ditenderkan, mudah-mudahan cepat selesai kontraknya," papar Bobby.
Bobby mengungkapkan, kapal-kapal khusus ternak tersebut nantinya akan dipakai untuk mengangkut sapi dari daerah sentra sapi di Timur Indonesia.
"Pastinya buat sapi dari NTT, NTB, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan. Yang mengoprasikan kita serahkan pada PT Pelni," tuturnya.
Selama ini produksi sapi lokal diklaim mencukupi kebutuhan, namun masalah distribusi yang terbatas membuat pasokan sapi tak maksimal sehingga berdampak pada harga, bahkan Indonesia harus mengimpor ratusan ribu ekor sapi bakalan per tahun.
(hen/hen)










































