Pos Lintas Batas RI-Timor Leste yang Memprihatinkan

Pos Lintas Batas RI-Timor Leste yang Memprihatinkan

Dana Aditiasari - detikFinance
Rabu, 04 Nov 2015 07:58 WIB
Pos Lintas Batas RI-Timor Leste yang Memprihatinkan
Atambua - Pemerintah masih melanjutkan pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan Indonesia salah satunya pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Indonesia-Timor Leste di Motaain, Belu, Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pembangunan ini menjadi penting lantaran dengan bangunan pos lintas batas yang ada saat ini, kegiatan pelayanan di perbatasan tak bisa dilakukan maksimal. Pelayanan imigrasi dari mulai Pemeriksaan Dokumen Imigrasi, pembayaran Visa, Bea Cukai, Karantina Kesehatan hingga berbagai pemeriksaan lainnya masih dilakukan secara terpisah-pisah.

Hal ini berbeda jauh dengan kondisi pos lintas batas yang ada di sisi Timor Leste yang sudah menerapkan sistem one gate service alias pelayanan satu pintu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau menyeberang di Pos kita (Indonesia) ibaratnya‎ kita punya tas, masuk, lapor, lapor, lapor. Belum selesai lapor, sudah habis nafas kita. Kalau mereka (Timor Leste) sudah menerapkan one gate service. Kita kasih masuk tas di sini, kita tinggal tunggu ambil di ujung," ujar Bupati Belu Wilhelmus Foni‎ kepada detikFinance, Selasa (3/11/2015).

Pantauan detikFinance, kondisi ini terjadi karena bangunan-bangunan yang ada di kawasan Pos Lintas Batas terpadu ini lokasinya terpisah-pisah‎.‎ Sehingga untuk melakukan proses pemeriksaan imigrasi masyarakat yang menyeberang pos lintas batas harus keluar masuk beberapa gedung secara terpisah yang membuat pelayanan satu pintu pun sulit dilakukan.

Dari sisi estetika alias keindahan pun‎ pos lintas batas ini pun tampak kurang 'Indah'. Hanya berupa bangunan-bangunan sederhana beratapkan asbes. Area terminal yang berfungsi sebagai tempat antre kendaraan yang akan melintas pun masih belum tertutup aspal atau pun beton rigid.

Hasilnya, permukaan yang masih berupa tanah membuat debu beterbangan ketika dilalui kendaraan. "Kalau musim hujan pun becek," sambung dia.

Saat ini, Pemerintah sedang menata ulang PLBN ini dengan melakukan pembangunan Pos Lintas Batas Baru di Lokasi yang sama. Konsep yang diterapkan pun jauh berbeda dengan konsep yang diterapkan saat ini.

Pada pos lintas batas yang baru seluruh pelayanan akan dilakukan di satu gedung yang sama dan dilakukan dengan alur yang lebih teratur dengan cukup melakukan satu kali pelaporan.

"Kita akan buat One Gate Services. Semua pemeriksaan dilakukan di satu gedung. Jadi orang kalau mau menyeberang cukup satu kali lapor, tas mereka masuk, tinggal tunggu di ujung untuk ambil. Tidak perlu lapor, lapor, lapor sampai habis ini kita punya napas," ujar dia.

Pantauan detikFinance, saat ini proses pembangunan PLBN baru sendiri tengah berlangsung. Lokasi yang dimanfaatkan adalah area yang semula merupakan area terminal seluas 4 hektar (Ha) dengan penambahan luas menjadi total 8 Ha.

Dari data teknis yang dimiliki pihak Kementerian PUPR, PLBN baru ini akan berdiri di atas lahan seluas‎ 8,03 Ha. Sementara luas bangunan sendiri akan direncanakan mencapai 8,554,12 meter persegi yang berupa bangunan dua lantai.

Sembari kegiatan pembangunan dilakukan, kegiatan pelayanan imigrasi tetap bisa berjalan seperti biasa, memanfaatkan beberapa gedung yang ada di deretan paling depan dari area ini yang masih dioperasikan sementara.

"Nanti kalau gedunga barunya sudah jadi, semua kegiatan kita pindah di gedung baru," sambung dia.

Menurut kontrak pelaksanaan, kegiatan pembangunan yang dilakukak oleh PT Waskita Karya ini telah dimulai sejak 3 Agustus 2015 dengan nilai kontrak pekerjaan mencapai Rp 82,07 miliar. "Diharapkan selesai 26 Oktober 2016," kata dia.

Selain PLBN Motaain di Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Distric Bobonaro, Timor Leste, Pemerintah juga tengah melakukan pembenahan PLBN lain yang menjadi perbatasan langsung Indonesia-Timor Leste yakni PLBN Wini di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang berbatasan dengan Distric Oeccuse dan PLBN Motamasin di Kabupaten Malaka yang berbatasan dengan Distric Kovalima.

(dna/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads