Kapal angkutan barang ini nantinya akan berlayar secara berjadwal menuju 3 trayek di Indonesia Timur dan Barat. Untuk mendukung operasional kapal, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengucuri subsidi Rp 30 miliar untuk 3 rute ini hingga akhir 2015.
Subsidi ini diberikan kepada PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) sebagai pemilik kapal. Kapal yang dioperasikan memiliki kapasitas 115 TEUs.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tujuan pelaksanaan dalam rangka tindaklanuti Tol Laut, Kemenhub tindaklanjuti trayek liner non komersial ditugaskan ke Pelni. Maka Pelni diberi PSO (Public Service Obligation/PSO)," kata Budhi saat peluncuran tol laut di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (4/11/2015).
Tol laut ini merupakan program nasional dari Jokowi untuk memangkas disparitas harga antara wilayah barat dan timur RI.
Pada tahun 2015 ini, Kemenhub sebetulnya menetapkan 6 trayek yang diatur dalam Keputusan Dirjen Perhubungan Laut No. AL.108/6/2DJPL-15 tentang jaringan trayek penyelenggaraan kewajiban pelayanan publik untuk angkutan barang dalam rangka pelaksanaan tol laut tahun anggaran 2015.
Namun sehubungan keterbatasan waktu dan ketersediaan armada Pelni, Kemenhub hanya meluncurkan 3 dari 6 trayek tol laut yang diprogramkan di 2015. Total subsidi yang diberikan mencapai Rp 30 miliar dalam periode 2 bulan yakni November dan Desember 2015.
Tiga rute yang diluncurkan hari ini ialah:
1. Tanjung Perak-Tual- Fakfak, Kaimana - Timika - Kaimana - Fakfak - Tual - Tanjung Perak (Dioperasikan oleh KM Caraka Jaya Niaga III-32)
2. Tanjung Priok - Biak - Serui - Nabire - Wasior - Manokwaro - Wasior - Nabire - Serui - Biak - Tanjung Priok (Dioperasikan oleh KM Caraka Jaya Niaga III-22)
3. Tanjung Priok - Kijang - Natuna - Kijang - Tanjung Priok (Dioperasikan oleh KM Caraka Jaya Niaga III-4).
Ini rute lengkap Tol Laut Jokowi dalam infografis.
(feb/ang)











































