Akibat musibah yang terjadi beberapa waktu terakhir ini, Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan besok akan memanggil Direksi PT Kereta Api Indonesia (KAI) selaku induk dari PT KRL Commuter Jabodetabek (KCJ).
"Saya akan panggil besok untuk preview lagi apa yang sudah dilakukan," kata Jonan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (4/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Jonan sedikit tak habis pikir terhadap musibah yang terjadi di moda kereta. Alasannya, KAI terhitung tahun ini memperoleh kucuran duit dari Kemenhub untuk biaya perawatan dan infrastruktur kereta (Infrastructure Maintenance and Operation/IMO) senilai Rp 1,5 triliun. Alokasi IMO berlaku untuk periode 26 Maret-31 Desember 2015.
"Karena biaya perawatan prasarana sudah diberikan oleh pemerintah, mustinya harus ada perbaikan karena saat saya bertugas di situ tidak ada biaya perawatan dari pemerintah dan gangguannya juga nggak tiap hari," jelasnya.
Bila pasca pemanggilan dan evaluasi tak ada perbaikan tingkat keselamatan kereta, Jonan akan memberikan rekomendasi kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait kinerja Direksi BUMN.
"Itu ranahnya BUMN (pergantian direksi) tapi kalau perlu saya kasih masukan, kami kasih masukan," ujarnya.
(feb/ang)











































