Ini Pesawat Pengintai Boeing yang Ditawarkan ke Rizal Ramli dan Susi

Ini Pesawat Pengintai Boeing yang Ditawarkan ke Rizal Ramli dan Susi

Michael Agustinus - detikFinance
Rabu, 04 Nov 2015 13:57 WIB
Ini Pesawat Pengintai Boeing yang Ditawarkan ke Rizal Ramli dan Susi
Jakarta - Produsen pesawat asal Amerika Serikat, Boeing, menawarkan pesawat pengintai untuk kemaritiman kepada pemerintah Indonesia. Pesawat yang ditawarkan adalah Boeing Maritime Surveillance Aircraft (MSA) N614BA.

Pagi ini, ‎Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berkesempatan untuk mencoba pesawat tersebut. Kedua menteri tersebut take off pukul 09.00 WIB 'menjajal' pesawat ini selama 1,5 jam,‎ dan landing pada 10.30 WIB.

Boe‎ing MSA N614BA memiliki ukuran panjang badan 20,85 meter, rentang sayap 19,6 meter, kapasitas penumpang sebanyak 5 orang (pilot, co-pilot, dan 3 kru), dan mampu terbang selama lebih dari 8 jam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam keterangannya, Boeing mengklaim bahwa pesawat ini sangat efektif dan efisien untuk operasi pengintaian maritim, anti pembajakan, patroli zona ekonomi eksklusif, misi SAR, dan misi strategis lainnya.

Boeing MSA N614BA juga memiliki alat sensor canggih yang terdiri dari Active Electronically Scanned Array (ASEA) multi mode radar, high-definition Electro-Oprical/Infrared (EO/IR) camera, advanced Electronic Support Measures (ESM), state-of-the-art Communications Inteligence (COMINT) dan Automatic Identification System (AIS) untuk melindungi wilayah kelautan dan misi intelijen.

Rizal Ramli memuji pesawat ini sebagai pesawat pengintai yang ‎relatif kecil namun memiliki kecanggihan luar biasa.

"Yang menarik pesawatnya relatif kecil, biasanya (pesawat pengintai maritim) besar, misalnya Poseidon," ‎kata Rizal usai menjajal pesawat ini di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (4/11/2015).

S‎ementara Susi menuturkan bahwa sistem radar pesawat ini amat canggih, bahkan bisa mendeteksi kapal-kapal yang mematikan alat Vessel Monitoring System (VMS) dan tidak memiliki Automatic Identification System (AIS).

Dengan sistem pesawat ini, kapal-kapal pencuri ikan yang mematikan VMS dan AIS tak bisa bersembunyi.‎ "Mereka pakai sistem radar SAP. Kadang ada kapal yang tidak punya VMS dan AIS, kita bisa pantau yang tidak pakai itu," ucap Susi.

‎Namun, pemerintah Indonesia belum berencana membeli pesawat pengintai untuk kemaritiman di 2016. Pembelian pun masih akan dikaji, bisa saja dari produsen pesawat selain Boeing, tergantung penawaran mana yang terbaik.

‎"Kita belum ada rencana untuk 2016. Pesawatnya bisa apa saja, bisa CN, bisa Bombardier. Tergantung kebutuhan, tentu yang cost operasional lebih murah, dan sebagainya," tutup Susi.

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads