Dalam kesempatan tersebut, 21 perusahaan, tiga perwakilan asosiasi dan pengusaha serta perwakilan kawasan industri hadir dan menyampaikan pandangannya terkait iklim investasi secara umum di Indonesia, serta secara khusus di Batam.
Kegiatan dalam acara Dialog Investasi βGeliat Investasi: Sektor Industri di Batamβ yang diselenggarakan di Auditorium Kawasan Industri Batamindo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam dialog tersebut Kepala BKPM menjelaskan kebijakan-kebijakan pemerintah di bidang investasi kepada perusahaan-perusahaan di Batam sekaligus mendiskusikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh industri-industri di Batam.
βAda perusahaan yang mengeluhkan tentang maraknya demo buruh yang terjadi. Sebenarnya dengan paket kebijakan ekonomi yang
memberikan kepastian terkait pengupahan, hal ini bisa dicegah,β paparnya.
Menurut Franky, dalam kegiatan tersebut bahwa kegiatan tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah selain mengundang investasi-investasi baru masuk ke Indonesia khususnya ke wilayah Batam, namun juga yang tidak kalah pentingnya adalah investasi-investasi yang ada tetap dapat
tumbuh dan berkembang untuk dapat meningkatkan kapasitasnya di Indonesia baik di Pulau Batam sendiri maupun ke luar Pulau Batam.
βAcara seperti ini sangat penting bagi perkembangan investasi. Oleh karena itu, acara ini juga dihadiri oleh Badan Pengusahaan Batam dan Pemerintah Kota Batam. Dengan demikian diharapkan masalah-masalah perusahaan yang ada saat ini dapat dikoordinasikan dengan baik penyelesaiannya baik oleh Pemerintah Kota Batam, Badan Pengelola Kawasan dan Pemerintah Pusat sesuai kewenangannya,β jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, beberapa perwakilan perusahaan serta asoasiasi pengusaha mengapresiasi acara yang dilaksanakan oleh Kepala BKPM dan berharap acara seperti ini dapat dilaksanakan secara berkala.Dalam periode Januari-September 2015 jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2014 realisasi investasi di Batam mengalami peningkatan hampir dua kali lipat untuk total PMA dan
PMDN sebesar Rp4,7 Triliun atau mengalami peningkatan sebesar 99,6 % dari Rp 2,3 triliun.
Total realisasi investasi untuk sektor industri PMA dan PMDN di Batam sebesar Rp2,63 triliun, yang merupakan 55,9% dari total realisasi investasi di Batam dengan penyerapan tenaga kerja Indonesia untuk sektor industri sebesar 6.610 orang.
Realisasi PMA berdasarkan asal negara (5 besar) di Batam untuk periode Januari-September Tahun 2015 adalah Hongkong (US$0,10 miliar); Singapura (US$0,07 miliar); Jepang (US$0,05 miliar); Malaysia (US$0,01 miliar); dan Amerika Serikat (US$0,01 miliar). Berdasarkan data tersebut bahwa investasi yang berasal dari negara-negara Asia masih mendominasi investasi di Batam.
(hns/hen)











































