Genteng dan Batu Bata Ini Dibuat dari Lumpur Lapindo

Michael Agustinus - detikFinance
Rabu, 04 Nov 2015 18:15 WIB
Genteng dari Lumpur Lapindo (Michael-detikFinance)
Jakarta - Lumpur Lapindo terus menyembur dari perut bumi di Sidoarjo sejak 2005 hingga sekarang. Limbah lumpur menumpuk, dan membahayakan penduduk di sekitar semburan. ‎Tapi ternyata, limbah lumpur itu bisa bermanfaat juga.

Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Pemukiman dan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), berhasil menciptakan batu bata dan genteng dari Lumpur Lapindo.



Berdasarkan pantauan detikFinance, saat menyambangi stan Puslitbang Pemukiman dan Perumahan Kementerian PUPR, di Hall B JCC Senayan, dalam acara Indonesia Infrastructure Week 2015, batu bata dari Lumpur Lapindo ‎sedikit lebih berat dan lebih padat dibanding batu bata pada umumnya. Warnanya oranye kehitam-hitaman, tidak semulus batu bata biasa.

Sedangkan genteng dari Lumpur Lapindo nyaris tak berbeda dengan genteng pada umumnya. Permukaannya halus, padat, dan ringan seperti genteng tanah liat.



Staf Puslitbang Pemukiman dan Perumahan Kementerian PUPR‎, Nurul menjelaskan, pembuatan batu bata dan genteng dari Lumpur Lapindo ini tak sulit.

"Untuk pembuatan batu bata ini, lumpurnya dicampur fliyash dari limbah batubara yang mengandung silica," kata Nurul kepada detikFinance, Rabu (4/11/2015).

Nurul mengungkapkan, ‎saat ini produksi batu bata dan genteng dari Lumpur Lapindo masih pilot project, belum sampai tahap produksi massal. Program pembuatan genteng dan bata dari lumpur ini akan dilanjutkan oleh pemerintah daerah setempat.

Namun, pembuatan genteng dan bata dari Lumpur Lapindo ini terkendala oleh perizinan untuk mengambil lumpur yang tidak jelas. Padahal, limbah lumpur bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam produk, bahkan bisa untuk bahan baku semen.

Bila lumpur Lapindo ini bisa diperoleh denga‎n harga murah atau bahkan gratis, otomatis harga genteng dan batu bata yang dihasilkan bisa murah. "Daripada limbah lumpur tidak dimanfaatkan, buat semen juga bisa.‎ Tapi sekarang izin ambil lumpurnya masih sulit," tutup Nurul.

(dnl/dnl)