Kepala Balai Jalan Wilayah VIII Kementerian PU dan Perumahan Rakyat Syaiful Anwarβ mengatakan, di saat yang bersamaan, pemerintah juga tengah melakukan jalan paralel alias jalan yang sejajar dengan garis perbatasan yang disebut Sabuk Merah Perbatasan.
Jalan ini menghubungkan dua PLBN yang ada di Pulau Timor yakni PLBN Motaain di Kabupaten Belu yang berada di sisi utara dengan βPLBN Motamasin di Kabupaten Malaka yang berada di sisi selatan Pulau Timor. Rute Jalan Sabuk Merah ini adalah Motaain, Salore-Haliwen, Sadi, Asumanu, Haekesak, Laktutus hingga ke Motamasin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini, pekerjaan telah menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Dari total panjang jalan yang direncanakan tersebut, ada 47 Km jalan yang sudah masuk tahap perkerasan jalan.
"Diharapkan Desember 2015 ini sudah selesai yang 47 km lalu lanjut dengan pekerjaan lainnya," jelas dia.
Ia pun merinci kebutuhan anggaran untuk menyelesaiakn 177,9 km Jalan Sabuk Merah senilai Rp 1,81 triliun yang ditarget beroperasi penuh akhir 2017.
Jalan yang sejajar dengan perbatasan Timor Leste ini masih tahap kegiatan pengaspalan, perkerasan aspal dasar alias agregat hingga pembangunan jembatan-jembatan yang akan menghubungkan seluruh badan jalan yang melintas sungai atau cekungan geografis lainnya.β
"Total panjang jembatan yang ada di trase ini ada 1,1 km. Itu terbagi dalam beberapa jembatan. Anggarannya sudah masuk juga di anggaran penanganan jalan sabuk merah itu," katanya.
Di 2015 ini,β dialokasikan dana sebesar Rp 362 miliar untuk membangun 47 Km jalan di trase tersebut. Di 2016, dialokasikan dana sebesar Rp 136 miliar untuk mengerjakan jalan dengan target pengaspalan 29 Km dan perkerasan agregat alias aspal dasar.
"Kita mengejar fungsional sampai terus melakukan pembangunan ruas berikutnya," katanya.
Sementara di tahun 2017 akan dialokasikan dana Rp 154 miliar dengan target jalan beraspal sepanjang 79 km dan 84 km jalan agregat. Ia mengakui masih ada sekitar 14 km yang belum masuk rencana penanganan karena keterbatasan anggaran.
"Tapi kami sudah punya alternatif, kalau ada dana sisa kontrak yang tidak terealisasi setiap tahunnya akan langsung dialihkan keβ pembangunan jalan ini sehingga 2017 diharapkan semua sudah terbangun," tuturnya.
Jalan Sabuk Merah Perbatasan Indonesia-Timor Leste ini punya arti penting karena akan menjadi tulang punggung akses pendekat ke garis perbatasan sehingga bisa mempermudah pengawasan garis perbatasan dua negara di dua negara tersebut.
β
(dna/hen)











































