Jalan paralel yang dimaksud adalah jalan yang sejajar dengan garis perbatasan wilayah dua negara yang sekaligus menghubungkan dua PLBN yang ada di Pulau Timor yakni PLBN Motaain di Kabupaten Belu yang berada di sisi utara, dengan โPLBN Motamasin di Kabupaten Malaka yang berada di sisi selatan Pulau Timor.
Saat ini pembangunan yang dilakukan salah satunya berada di ruas Motaain-Haliwen-Haikesak sepanjang 39,2 km. Pantauan detikFinance di lokasi kegiatan pembangunan sudah tengah berjalan berupa pelebaran ruas jalan perintis yang sudah ada sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jalan yang dibangun tersebut membelah bukit serta menyusuri lembah-lembah sehingga tampak bakal badan jalan yang meliuk-liuk naik turun.
Di lokasi pembangunan tampak para pekerja sedang lalu lalang melakukan tugasnya masing-masing dari mulai memecah batu, meratakan permukaan jalan serta menggali bagian kiri kanan jalan yang sedianya akan dijadikan saluran drainase.

Sesekali tampak pula alat berat di lokasi pekerjaan. Alat berat ini digunakan untuk memadatkan permukaan tanah yang akan menjadi badan jalan juga tampak alat berat lain yang berfungsi meratakan batuan kerikil sebagai lapisan dasar badan jalan.
Kepala Balai Jalan Wilayah VIII Kementerian PU dan Perumahan Rakyat Syaiful Anwarโ mengatakan, hingga akhir Desember 2015 akan ada 47 Km dari total panjang jalan yang direncanakan mencapai 177,9 Km, selesai dibangun.
Jalan Sabuk Merah Perbatasan Indonesia-Timor Leste ini punya arti penting karena akan menjadi tulang punggung akses pendekat ke garis perbatasan sehingga bisa mempermudah pengawasan garis perbatasan.

(hen/hen)











































