Ini Penampakan Jalan Perbatasan RI-Timor Leste yang Sedang Dibangun

Ini Penampakan Jalan Perbatasan RI-Timor Leste yang Sedang Dibangun

Dana Aditiasari - detikFinance
Kamis, 05 Nov 2015 11:56 WIB
Ini Penampakan Jalan Perbatasan RI-Timor Leste yang Sedang Dibangun
Atambua - Pemerintah pusat sedang membangun tiga buah Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Indonesia dengan Timor Leste. Selain itu, secara bersamaan sedang dibangun jalan paralel perbatasan di Pulau Timor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan Timor Leste.

Jalan paralel yang dimaksud adalah jalan yang sejajar dengan garis perbatasan wilayah dua negara yang sekaligus menghubungkan dua PLBN yang ada di Pulau Timor yakni PLBN Motaain di Kabupaten Belu yang berada di sisi utara, dengan โ€ŽPLBN Motamasin di Kabupaten Malaka yang berada di sisi selatan Pulau Timor.

Saat ini pembangunan yang dilakukan salah satunya berada di ruas Motaain-Haliwen-Haikesak sepanjang 39,2 km. Pantauan detikFinance di lokasi kegiatan pembangunan sudah tengah berjalan berupa pelebaran ruas jalan perintis yang sudah ada sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadinya ini cuma jalan kecil, paling hanya muat 1 mobil. Sekarang sudah tambah lebar," terang Jamal, pengemudi yang mengantar melintasi jalan tersebut, Kamis (5/11/2015).





Melihat jalan yang ada saat ini lebar jalan sekitar 11 meter, cukup untuk membuat badan jalan dua arah selebar 2x3,5 meter lengkap dengan bahu jalan masing-masing 2 meter di sisi kanan dan kiri badan jalan.

Jalan yang dibangun tersebut membelah bukit serta menyusuri lembah-lembah sehingga tampak bakal badan jalan yang meliuk-liuk naik turun.

Di lokasi pembangunan tampak para pekerja sedang lalu lalang melakukan tugasnya masing-masing dari mulai memecah batu, meratakan permukaan jalan serta menggali bagian kiri kanan jalan yang sedianya akan dijadikan saluran drainase.




Sesekali tampak pula alat berat di lokasi pekerjaan. Alat berat ini digunakan untuk memadatkan permukaan tanah yang akan menjadi badan jalan juga tampak alat berat lain yang berfungsi meratakan batuan kerikil sebagai lapisan dasar badan jalan.

Kepala Balai Jalan Wilayah VIII Kementerian PU dan Perumahan Rakyat Syaiful Anwarโ€Ž mengatakan, hingga akhir Desember 2015 akan ada 47 Km dari total panjang jalan yang direncanakan mencapai 177,9 Km, selesai dibangun.

Jalan Sabuk Merah Perbatasan Indonesia-Timor Leste ini punya arti penting karena akan menjadi tulang punggung akses pendekat ke garis perbatasan sehingga bisa mempermudah pengawasan garis perbatasan.




(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads