Ekspor dan Impor RI Masih Minus

Ekspor dan Impor RI Masih Minus

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 05 Nov 2015 12:16 WIB
Ekspor dan Impor RI Masih Minus
Jakarta - Sepanjang kuartal III-2015, kinerja ekspor dan impor Indonesia minus alias turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ekonomi lesu menjadi penyebabnya.

Dalam data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor Indonesia minus 0,69% dan impor minus 6,11% di kuartal III-2015.

"Ekspor penyebabnya adalah harga komoditas masih lemah, baik migas dan non migas. Terjadi perlambatan ekonomi di negara mitra dagang seperti AS, China dan Singapura. Ekspor ini terkontraksi terutama untuk barang minus 1,82%. Tapi ekspor jasa masih tumbuh 4,7% akibat peningkatan jumlah wisman," jelas Deputi Neraca dan Analisi Statistik BPS, Kecuk Suharyanto, dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Kamis (5/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara konsumsi rumah tangga masih mencatatkan angka pertumbuhan 4,96%. Lalu Lembaga non profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) tumbuh 6,39%. Konsumsi pemerintah 6,56% dan penanaman modal tetap bruto (PMTB) atau investasi tumbuh 4,62%.

Untuk konsumsi rumah tangga, Kecuk mengatakan, pertumbuhan terjadi di sektor kesehatan, pendidikan, restoran, dan hotel. Sementara dari penjualan ritel melambat dibandingkan kuartal sebelumnya.

"Tapi tumbuh pesat untuk telekomunikasi seperti penjualan HP, serta makanan dan minuman," imbuh Kecuk.

Konsumsi pemerintah juga naik karena belanja pemerintah mengucur untuk pencairan gaji ke-13 Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Untuk impor kontrak‎sinya cukup dalam, karena impor barang terkontraksi dan demikian juga dengan impor jasa yang dipicu oleh impor jasa angkutan," kata Kecuk.

(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads