Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal langsung mengagendakan kunjungan dua pabrik tekstil di Jawa Tengah yang sedang berkembang, besok (6/11/2015)
Kunjungan kerja tersebut akan dilakukan ke pabrik PT Eco Smart di Boyolali, Jawa Tengah yang telah mulai merealisasikan perekrutan tenaga kerjanya dan PT Ungaran Sari Garment yang baru memulasi proses groundbreaking.
Kepala BKPM Franky Sibarani menyampaikan bahwa provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang investasinya meningkat drastis.
Franky menyampaikan bahwa realisasi investasi di sektor tekstil Jawa Tengah ini meningkat hingga 10 kali lipat lebih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Jawa Tengah, provinsi yang selama ini sudah banyak dikenal sebagai kiblat investasi tekstil adalah Jawa Barat. Di Jawa Barat investasi tekstil tercatat kenaikan hingga 100% lebih.
“Jadi saat ini posisinya tipis Jawa Tengah sebagai kiblat baru investasi tekstil di posisi Rp 2,7 triliun, diikuti oleh Jawa Barat dengan nilai investasi tekstil Rp 2,6 triliun,” jelasnya.
Menurut Franky dari sisi penyerapan tenaga kerja, investasi tekstil di Jawa Tengah menyerap 60.442 tenaga kerja, diikuti oleh Jawa Barat yang menyerap 40.980 tenaga kerja, serta provinsi Banten dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 1.469 orang.
“Sehingga untuk periode Januari-September 2015 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, dari sisi rencana penyerapan tenaga kerja Jawa Tengah penyerapannya naik 20 kali lipat,” katanya.
Sepanjang periode Januari-September 2015 realisasi investasi industri tekstil dan produk tekstil mencapai 523 proyek dengan nilai investasi Rp 5,85 triliun.
Investasi di sektor tekstil dan produk tekstil masih didominasi oleh industri pakaian jadi dengan jumlah 203 proyek dan nilai investasi Rp 1,33 triliun diikuti oleh industri tekstil lainnya sebanyak 42 proyek dengan nilai Rp 224 miliar, dan industri penyelesaian akhir tekstil sebanyak 41 proyek dengan nilai Rp 155,8 miliar.
(hen/hen)










































