"Saya lumayan optimistis bahwa ekspor bisa minimum stabil. Kita stabil dulu baru tumbuh. Dalam beberapa tahun ini ekspor impor kita kontraksi terus, jadi target pertama dalam periode kontraksi itu adalah stabilitasi dulu, setelah stabil baru kita tumbuh," ujar Lembong ditemui di Pameran Produk Dalam Negeri 2015, di Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (5/11/2015).
BPS mengumumkan pertumbuhan triwulan III tahun ini sebesar 4,73%. Pertumbuhan pada triwulan III ini naik tipis sebesar 0,06% dibandingkan triwulan II yang sebesar 4,67%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan berita positif tersebut, Lembong memprediksi kinerja ekspor bisa naik dalam waktu beberapa waktu ke depan. Selain itu, pertumbuhan stabil saat ini jauh lebih penting ketimbang mengejar pertumbuhan yang tinggi.
"Kita kan setahun ini ekspor kontraksi 14% dan impor 17%. Umpamanya tahun depan bisa flat artinya nggak terlalu naik atau turun itu sudah perkembangan yang menggembirakan, baru setelah itu pertumbuhan," katanya.
Lembong menambahkan, pengumuman BPS itu sebenarnya di luar prediksinya. Sebab, dia memperkirakan perlambatan ekonomi akan terus terjadi.
"Terus terang itu berita yang lumayan positif. Saya pribadi dari beberapa bulan lalu selalu agak konservatif. Saya sih kemarin prediksi perlambatan akan terus, artinya pertumbuhan jatuh terus," kata Lembong
(hns/hns)











































