Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara keroyokan membangun bandara baru di Jawa Barat. Bandara ini berlokasi di Kertajati, Majalengka, Jabar.
Bandara baru ini nantinya dilengkapi runway yang bisa didarati pesawat komersial berbadan lebar (wide body) terbesar di dunia saat ini, Airbus 380. Runway direncanakan memiliki panjang 4.000 meter dengan lebar 60 meter.
"Ini pertama bandara yang disediakan pemda dan pemerintah pusat yang dengan comply Airbus 380," Direktur Pengembangan Bisnis dan Teknik PT Bandara Internasional Jawa Barat dalam acara Indonesia Airport & Aviaiton Business Forum 2015 di JCC, Jakarta, Kamis (5/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita ada tol Cipali, kemudian ada tol Cisumdawu selesai 2017, terus ada study railway rute Bandung-Cirebon via Kertajati," tambahnya.
Ditargetkan, Bandara Kertajati bisa beroperasi pada Oktober 2017. Di tempat yang sama, Direktur Kebandarudaraan, Ditjen Perhubungan Udara, Kemenhub Agus Santoso, menjelaskan pihaknya berperan membangun dari udara (air sides) seperti runway hingga taxiway.
Pembangunan runway kini memasuki pelapisan 2.500 meter untuk runway ke-1. "Sekarang lagi dari proses proses overlay yang panjangnya 2.500 meter," ujarnya.
Ke depan, Kemenhub akan menambah panjang runway menjadi 3.000 meter dari total target maksimal 4.000 meter. Kemenhub mengalokasi anggaran Rp 300 miliar di 2016 untuk perpanjangan runway dan pembangunan taxiway pertama.
Namun, proses perpanjang masih menunggu komitmen Pemprov Jabar melalui BUMD-nya dalam pembangunan sisi darat (land side) seperti terminal penumpang. Hingga kini, Pemprov Jabar belum mulai membangun terminal penumpang padahal janji awal dilakukan pada tahun 2015.
"Kita sudah alokasikan anggaran perpanjang 3.000 meter di tahun 2016. Namun kami ragu-ragu karena terminal nggak kunjung dimulai, padahal janjinya 2015 tapi 2015 mau berakhir belum juga dimulai," ujarnya.
(feb/ang)










































