"Kita sudah lakukan itu, karena di cabe, bawang, dan hortikultura, selalu bermasalah di tata niaga. Kami beri solusi dengan membuka 1.000 toko tani Indonesia tahun 2016. Kita potong rantai pasoknya," ujar Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, saat mengunjungi panen raya cabai di Desa Danupayan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Kamis (5/11/2015).
Andi menjelaskan, toko tani memiliki konsep seperti operasi pasar dan akan berlangsung setiap hari. Penempatannya juga di lokasi-lokasi yang selisih harga antara petani dan konsumennya signifikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan yang sama, Mentan sempat berdialog dengan petani cabai. Andi menanyakan harga jual dan harga produksi cabai. Salah seorang petani cabai menjelaskan harga jual cabai saat ini Rp 8.000 per kilogramnya.
Sedangkan biaya produksi per batangnya antara Rp 2.000-Rp 4.000 per kilogram. Menanggapi hal itu, Andi mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan anggaran Rp 1,4 triliun untuk tanaman hortikultura.
"Dari pusat ada Rp 1,4 triliun. Semua untuk holtikultura, fokusnya ke cabai dan bawang (merah). Sekarang sudah tidak impor, padahal rencananya impor," kata Andi.
Setelah berdialog, Andi menyerahkan beberapa bantuan, antara lain sebuah cultivator atau mesin pengolah tanah, benih jahe untuk 32 hektar lahan kegiatan pengembangan komoditas, benih bawang putih untuk 100 hektar lahan dan untuk benih cabai merah rawit untuk 16 hektar lahan.
(sip/hns)











































