Demikianlah diungkapkan Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan usai rapat koordinasi di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (6/11/2015)
"Lokasi untuk peternakan. Kayak pulau karantina segala macam. Ada yang pulau di daerah Babel udah siap. Kita sudah punya ada 3600 ha. Ada 1900 ha di Dompu. Ada banyaklah ketersidaan lahan. Kan instruksi untuk penyediaan lahan peternakan masyarakat," ujar Ferry.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau yang program kami, program penyediaan lahan untuk peternakan jadi ladang pengembalaan masyarakat. Itu lahan yang 10 hektar minimal kita siapkan yang nanti kita tanami rumput untuk kerja sama Pemda dan CSR-nya Bank bumn atau Bank Pembangunan daerah mereka jalan. Terus kebutuhan lain untuk di satu pulau bagus, bisa karantina, bisa pengembangan bibit. Bagus itu," paparnya.
Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti menambahkan bahwa harus ada penghitungan sebelum diputuskan soal lahan peternakan baru. Bulog memang diminta untuk menjadi operator peternakan tersebut dan dananya akan datang dari investor.
"Bulog dilibatkan sebagai operator untuk gaet investor untuk bangun cluster itu. Intinya konsep itulah. Tapi jumlahnya implemented lah," jelas Djarot pada kesempatan yang sama.
Ide kawasan peternakan baru memang muncul agar persediaan sapi di dalam negeri terjaga. Di samping itu juga menumbuhkan industri di dalam negeri dan mendorong penyerapan lapangan kerja.
"Persepsinya supaya populasi terjaga, seperti waktu Jakarta kurang langsung ambil dari Jatim, barangkali Jatim nggak bisa tolong Jakarta bisa diandalkan tempat lainnya kan," kata Djarot.
(mkl/hen)











































