Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani hari ini (6/11/2015) membuka program on site training bagi 500 calon karyawan baru perusahaan garmen dalam rangka penyerapan baru tenaga kerja sektor padat karya.
Sebanyak 500 calon karyawan itu akan bekerja di PT Eco Smart, investor garmen di Boyolali, Jawa Tengah. PT Eco Smart sepanjang Oktober 2015, melakukan perekrutan sebanyak 1.421 orang tenaga kerja. Jumlah tersebut menambah 7.500 karyawan yang telah direkrut sejak April 2015.
Dalam kegiatan ini, Franky sempat menjajal sebuah mesin penjahit layaknya pekerja di pabrik garmen. Franky terlihat sumringah menjajal mesin tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
On site training bagi 500 calon karyawan PT Eco Smart bagian dari program βInvestasi Padat Karya Menciptakan Lapangan Kerjaβ yang diinisasi BKPM dan diluncurkan oleh Presiden Jokowi, 5 Oktober 2015 lalu.
βBKPM terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh perusahaan menyelesaikan proyek investasi tanpa kendala dan mendapatkan tenaga kerja dengan jumlah dan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan perusahan. Salah satu langkah yang dilakukan BKPM untuk mendorong ketersediaan tenaga kerja ini adalah mensinergikan investasi dengan pondok pesantren, termasuk di Boyolali,β kata Kepala BKPM Franky Sibarani dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/11/2015)
Franky menambahkan, Pemerintah terus berupaya untuk mencapai target penyediaan dua juta tenaga kerja setiap tahun. Untuk dapat memenuhi target tersebut, salah satu strategi yang ditempuh pemerintah adalah menjadikan investasi padat karya sebagai fokus dan prioritas investasi.
Terlebih dengan fakta bahwa elastisitas tenaga kerja Indonesia semakin menurun. Pada tahun 2004, setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi dapat menyerap 450 ribu tenaga kerja. Tahun 2014, 1 persen pertumbuhan ekonomi hanya mampu menciptakan 160 ribu tenaga kerja.
βSaya selalu mengingatkan bahwa angka pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 7-8 juta orang. Oleh karena itu BKPM berupaya mendorong realisasi investasi sehingga dapat mencapai target pemerintah 2 juta lapangan kerja setiap tahunnya. Investasi padat karya adalah jawaban untuk menciptakan banyak tenaga kerja,β kata Franky.
Berdasarkan data BKPM, realisasi investasi industri tekstil dan produk tekstil naik 25% dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 177 proyek dengan nilai Rp 4,65 triliun. Investasi di sektor tekstil dan produk tekstil masih didominasi oleh industri pakaian jadi dengan jumlah 203 proyek dan nilai investasi Rp 1,33 triliun diikuti oleh industri tekstil lainnya sebanyak 42 proyek dengan nilai Rp 224 miliar, dan industri penyelesaian akhir tekstil sebanyak 41 proyek dengan nilai Rp 155,8 miliar.
Sementara itu, sepanjang periode yang sama, realisasi investasi tekstil dan produk tekstil di Jawa Tengah sendiri naik 10 kali lipat dari Rp 263 miliar menjadi Rp 2,7 triliun. Penyerapan tenaga kerja naik hingga 20 kali lipat dari 3.074 orang menjadi 60.442 orang. Hal ini menguatkan Jawa Tengah sebagai sentra investasi tekstil terbesar di Indonesia.
(hen/hen)











































