Ini 2 Hal yang Bikin Menkeu Bambang Penasaran dengan STAN

Ini 2 Hal yang Bikin Menkeu Bambang Penasaran dengan STAN

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 09 Nov 2015 11:49 WIB
Ini 2 Hal yang Bikin Menkeu Bambang Penasaran dengan STAN
Tangerang Selatan - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro memiliki cerita menarik saat ingin mendalami tentang Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Saat itu, Bambang masih menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi ‎Universitas Indonesia (FEUI) pada 2005.

Bambang bercerita,‎ ada dua isu yang membuatnya penasaran tentang STAN. Pertama adalah ketika ada penerimaan mahasiswa baru, banyak mahasiswa baru di FEUI yang kemudian mengundurkan diri, karena diterima sebagai mahasiswa di STAN.

‎"Setiap FEUI menerima mahasiswa baru hasil seleksi nasional, dari laporan yang disampaikan selalu ada sejumlah yang sudah diterima dan resmi, tapi kemudian mengundurkan diri. Ketika ditanya kenapa? Jawabannya karena diterima di STAN," ujar Bambang saat menghadiri peluncuran Politeknik Keuangan Nasional (PKN) STAN di Kampus ‎PKN STAN, di Bintaro, Tangerang Selatan, Senin (9/11/2015)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya heran, kenapa sudah diterima di FEUI yang ujian masuk susah, mau pindah ke STAN. Tapi kemudian saya mempelajari dan mengalami, baru saya paham, ternyata banyak alumni berkualitas keluar dari STAN," jelasnya.

Isu kedua adalah ketika lulusan STAN diploma 3 tidak boleh masuk ke FEUI melanjutkan Strata 1 (S1). ‎Padahal kelas ekstensi FEUI mayoritas adalah mahasiswa D3 STAN.

"‎Meskipun kuliah ekstensi itu sering dianggap sebagai kelas sore atau kuliah paruh waktu. Karena waktu itu kami adalah kuliah pagi reguler. Tapi ternyata pas dilihat alumni ekstensi S1 banyak yang justru jadi orang. Salah satunya adalah Heru Pambudi (Dirjen Bea Cukai), itu juga alumni S1 FEUI sekarang menjadi Dirjen Bea Cukai," kata Heru.

Maka kemudian, ketika Bambang masuk ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mulai berpikir untuk pengembangan STAN. Sehingga sekarang saat Bambang menjabat sebagai Menteri Keuangan, STAN bisa dioptimalkan untuk memenuhi tenaga pengelola keuangan negara.

"‎Sekarang diharapkan mampu untuk memenuhi kebutuhan dari pusat hingga daerah," tukasnya.

(mkl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads