Bambang bercerita, ada dua isu yang membuatnya penasaran tentang STAN. Pertama adalah ketika ada penerimaan mahasiswa baru, banyak mahasiswa baru di FEUI yang kemudian mengundurkan diri, karena diterima sebagai mahasiswa di STAN.
"Setiap FEUI menerima mahasiswa baru hasil seleksi nasional, dari laporan yang disampaikan selalu ada sejumlah yang sudah diterima dan resmi, tapi kemudian mengundurkan diri. Ketika ditanya kenapa? Jawabannya karena diterima di STAN," ujar Bambang saat menghadiri peluncuran Politeknik Keuangan Nasional (PKN) STAN di Kampus PKN STAN, di Bintaro, Tangerang Selatan, Senin (9/11/2015)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Isu kedua adalah ketika lulusan STAN diploma 3 tidak boleh masuk ke FEUI melanjutkan Strata 1 (S1). Padahal kelas ekstensi FEUI mayoritas adalah mahasiswa D3 STAN.
"Meskipun kuliah ekstensi itu sering dianggap sebagai kelas sore atau kuliah paruh waktu. Karena waktu itu kami adalah kuliah pagi reguler. Tapi ternyata pas dilihat alumni ekstensi S1 banyak yang justru jadi orang. Salah satunya adalah Heru Pambudi (Dirjen Bea Cukai), itu juga alumni S1 FEUI sekarang menjadi Dirjen Bea Cukai," kata Heru.
Maka kemudian, ketika Bambang masuk ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mulai berpikir untuk pengembangan STAN. Sehingga sekarang saat Bambang menjabat sebagai Menteri Keuangan, STAN bisa dioptimalkan untuk memenuhi tenaga pengelola keuangan negara.
"Sekarang diharapkan mampu untuk memenuhi kebutuhan dari pusat hingga daerah," tukasnya.
(mkl/hen)











































