Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman kerap mendapat pertanyaan mengenai keputusan pemerintah yang akhirnya mengimpor beras untuk cadangan beras pemerintah. Kali ini, dia menjawab Indonesia sekarang sudah mengekspor bahan pangan.
"Sekarang kita sudah ekspor kacang hijau 60.000 ton ke lima negara, bawang merah tadinya mau impor jadi ekspor, jagung ekspor 400.000 ton, ayam ekspor ke Myanmar, beras ketan ekspor ke Italia 134 ton. Itu baru pemanasan. Ada kelompok tani ekspor beras organik 20 ton/bulan. Kita kendalikan impor bisa untung Rp 50 triliun," ungkap Amran, ditemui usai Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian Tahun 2016 di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (9/11/2015).
Soal impor, Amran mengatakan tahun ini, Indonesia sudah memangkas impor beras hingga 7-8 juta ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal stok beras, Amran mengatakan, stok beras Bulog sampai hari ini mencapai 1,5 juta ton. Untuk sisa kurang dari 2 bulan di tahun ini, diperkirakan stok tersebut mencukupi. Apalagi saat ini hujan sudah mulai turun.
"Hujan sudah turun, kita minta melakukan akselerasi penanaman untuk tahun 2016. Sekarang masih ada standing crop (belum panen) 4,1 juta hektar padi," ucapnya.
(dnl/dnl)











































