Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Sofyan Djalil menuturkan selama ini masing-masing instansi memiliki peta tersendiri sesuai dengan sektornya. Sekarang, semua peta tersebut digabungkan menjadi satu.
"Kita buat peta dasarnya 1:50.000. Kemudian peta kehutanan taruh di situ, baru kita ketahui perusahaannya yang sudah dapat konsesi, gambut kemudian di mana saja, daerah untuk perkebunan juga, pertambangan dan transmigrasi," kata Sofyan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (10/11/2015)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan-jangan ada peta yang sudah diberikan perkebunan ada pertambangan ada juga transmigrasi. Jadi dengan ada one map policy akan lebih mudah ditata," ujarnya.
Di samping itu, peta tersebut juga akan mempermudah pemerintah dalam menetapkan proyek. Misalnya untuk pembangunan jalan tol, pembangkit listrik, kilang minyak, bandar udara (bandara) dan yang lainnya.
"Kalau kita mau bangun jalur tol, di mana jalur tol itu, jalur kereta api yang baru di Kalimantan, dimana itu? Jadi peta itu sangat penting," jelas Sofyan.
Proses menciptakan peta itu dimulai dari tahun lalu, dan memakan waktu yang cukup panjang. Akhir tahun ini peta dasar akan selesai, kemudian untuk keseluruhan selesai akhir tahun depan, targetnya bisa diimplementasikan awal 2017.
"Kita akan lebih percepat dengan ada peta satu itu itu akan mudah sekali melihat Indonesia dari dimensi apapun," tukasnya.
(mkl/hen)











































