Perjalanan menuju lokasi harus melewati medan jalan rusak berat dan bergelombang sepanjang 10 km. Mentan terlihat didampingi Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Spudnik Sujono, beserta pejabat provinsi Lampung, Bupati Lampung Timur, Kapolda Lampung, dan Kadis Pertanian Lampung Timur.
"Hari ini alhamdulillah ada panen di tengah El-Nino kuat, terkuat sepanjang sejarah. Ini sekitarnya kering. Irigasi tersier baru dibangun. Lampung ini termasuk daerah terdampak kekeringan cukup parah, mirip Jawa Barat. Hari ini di Lampung ada panen sekitar 33.000 hektar varietas Ciherang. Insya Allah Lampung beras surplus. Ini luar biasa," kata Amran di lokasi, Rabu (11/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan, kualitas produksi padi bakal bagus di musim kemarau. Alasannya, fotosintesis berlangsung sempurna, dan tingkat kerugian rendah . "Lalu kadar air masuk gilingan. Ada rahmat dari El Nino," imbuh Mentan.
Selain di Lampung, Amran mengatakan, dirinya juga telah melakukan tanam padi di 100.000 hektar sawah di Aceh.
Pada kesempatan itu, Amran menyinggung soal impor beras. Menurutnya, dalam setahun terakhir ini Indonesia mampu bertahan tanpa impor beras, dengan membentuk Penanggung Jawab Upaya Khusus (Upsus).
"Harusnya kita impor 9 juta ton. Mudah-mudahan bisa terus kita lanjutkan (tidak impor). Kalau tidak ada El Nino bahkan kita bisa ekspor. Ini upaya kita semua. Alsintan kita bagi 80.000 unit, tahun lalu hanya 4.000 hektar. Irigasi cantik kan. Rencana 1 juta hektar, sudah 1,3 juta hektar," jelas Amran.
(dnl/dnl)











































