Presiden Joko Widodo meluncurkan program penciptaan lapangan kerja melalui sinergi investasi dengan pondok pesantren di Gresik, Jawa Timur.
Hal ini merupakan bagian dari Inisiatif “Investasi untuk Rakyat” yang berupaya untuk mengoptimalkan dampak positif investasi sehingga dapat dirasakan oleh masyarakat secara langsung.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani menyampaikan bahwa BKPM berkeinginan agar investasi tidak hanya memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional, namun juga harus mampu menyentuh langsung dan berperan dalam mensejahterakan masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Franky, peluncuran program ini juga dilakukan untuk mendukung penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri untuk menghormati jasa besar para santri dalam perjuangan kemerdekaan.
Program ini dikembangkan melalui pilot project di tiga kabupaten, yaitu di Gresik, Jawa Timur, Boyolali, Jawa Tengah, dan Majalengka, Jawa Barat.
“Kami memilih lokasi peluncuran program ini di Jawa Timur, atas dasar bahwa Jawa Timur merupakan provinsi dengan jumlah santri terbanyak di Indonesia, yaitu mencapai 70% dari total santri Indonesia,” jelasnya.
Selain itu, Franky juga menyampaikan bahwa terdapat program SMK Mini di Jawa Timur, yaitu santri yang akan lulus pendidikan tingkat menengah memperoleh keterampilan SMK selama enam bulan.
Pilot project ini melibatkan tiga perusahaan dengan potensi total penyerapan tenaga kerja mencapai 21.741 orang. Di sisi pesantren, terdapat sembilan pesantren dan Madrasah Aliyah yang ikut berpartisipasi dengan jumlah santri sekitar 7.000 orang.
Sebagai simbol peluncuran program, akan dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera selaku pengelola Kawasan Industri JIIPE dan Pondok Pesantren Qomarudin dalam pengembangan kapasitas SDM santri melalui Balai Latihan Kerja. Hadir menyaksikan dalam penandantanganan tersebut Presiden Joko Widodo, Kepala BKPM Franky Sibarani dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.
JIIPE memiliki kawasan industri seluas 2.933 hektar, dilengkapi pelabuhan laut seluas 406 hektar dan kawasan hunian seluas 77 hektar. Nilai total investasi pengembangan kawasan industri ini sebesar Rp50 Triliun.
Saat ini, JIIPE sedang memasuki masa konstruksi yang dilakukan oleh dua BUMN yaitu PT Hutama Karya dan Waskita Karya. Dalam proses konstruksi ini, terserap 1.500 tenaga kerja langsung, di mana 90% berasal dari masyarakat di sekitar kawasan industri, yaitu Kecamatan Bungah dan Kecamatan Manyar Gresik.
Sedangkan Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin merupakan Pondok pesantren dengan jumlah 2.000 santri setingkat SLTA dan 1.500 santri setingkat PT dan lulusan SMA dalam 4 tahun terakhir.
Presiden Luncurkan Program Penciptaan Lapangan Kerja Melalui Sinergi Investasi dengan Pondok Pesantren:
PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera selaku pengelola JIIPE
Pondok Pesantren Qomarudin Gresik
Pendirian Balai Latihan Kerja
PT Eco Smart
Madrasah Aliyah Negeri 1 Boyolali, Madrasah Aliyah Negeri 2 Simo, Madrasah Aliyah Muhamadiyah Sumber, Madrasah Aliyah Negeri Karanggede, Madrasah Aliyah Al Azhar Andong, Madrasah Aliyah Ma’arif NU Boyolali, dan Madrasah Al Hikmah Boyolali. Bentuk program perekrutan dan pelatihan tenaga kerja
PT Adis Dinamika
Pondok Pesantren Mamba’ul Huda, Majalengka
Peningkatan kapasitas SDM melalui program Balai Latihan Kerja











































