Hal tersebut diungkapkan Ketua Federasi Bisnis Jepang (Keidaren) Shigei Ohyagi kepada awak media di kantornya, Tokyo, Jepang, Rabu (11/11/2015). Perbincangan ini dilakukan sebelum Ohyagi menerima kunjungan delegasi DPR RI.
Ohyagi memulai pembicaraan dengan menyinggung soal rencana kunjungan 1.000 pengusaha Jepang ke Indonesia pada 23-24 November 2015 mendatang. Banyak pertemuan yang akan dijalani saat itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menuturkan bahwa banyak kerjasama yang bisa dijalin di bidang infrastruktur dan kelistrikan. Menurut Ohyagi, proyek kerjasama itu efisien bagi Indonesia.
"Banyak proyek besar (hasil kerjasama) yang bisa mendukung efisiensi di ekonomi Indonesia," ujarnya.
Awak media pun sempat menyinggung tentang tender proyek kereta cepat Indonesia yang tidak didapat Jepang. Ohyagi mengatakan bahwa mereka tidak mau berkutat di satu proyek saja.
"Indonesia membutuhkan banyak hal. Dalam hal infrastruktur, ekonomi, dan social business. Mari tidak berkutat hanya di satu proyek. Kita harus mengembangkan diri," ajak Ohyagi.
(imk/ang)











































