"Harus diakui, beras kualitas III sudah mulai berkurang. Ini yang banyak dikonsumsi (masyarakat) menengah bawah," kata Ketua Persatuan Pedagang dan Penggilingan Padi (Perpadi) DKI Jakarta, Nellys Soekidi, kepada detikFinance di Jakarta, Kamis (12/11/2015).
Nellys menuturkan, pasokan beras medium ke (PIBC) saat ini hanya 300-400 ton per hari. Normalnya, pasokan beras medium ke PIBC mencapai 1.000 ton/hari. "Pemerintah harus menggelontorkan pasokan beras kelas III ke pasar untuk menstabilkan harga," ucapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, secara keseluruhan pasokan beras ke PIBC masih normal, yaitu 2.500-3.000 ton/hari. Kekurangan pasokan beras medium tertutup oleh meningkatnya pasokan beras kualitas premium. "Pasokan ke pasar masih stabil, 2.500-3.000/ton per hari di Cipinang," tukas dia.
Peningkatan pasokan beras premium ini diperkirakan merupakan dampak dari pengadaan Perum Bulog yang kini lebih banyak menyerap beras premium, sehingga penggilingan-penggilingan padi pun lebih banyak membuat beras premium. Selain itu, terjadi pergeseran permintaan di masyarakat, konsumsi beras premium meningkat.
Sejauh ini, menurut Nellys, masuknya beras Vietnam belum berdampak terhadap harga beras di PIBC. Sebab, beras impor tersebut masih disimpan di gudang Bulog, belum digelontorkan ke pasar. "Beras itu masuk tapi belum masuk pasar, pasokan juga masih normal," ucapnya.
(hns/hns)











































