Pedagang: Pasokan Beras Medium di Cipinang Berkurang

Pedagang: Pasokan Beras Medium di Cipinang Berkurang

Michael Agustinus - detikFinance
Kamis, 12 Nov 2015 18:21 WIB
Pedagang: Pasokan Beras Medium di Cipinang Berkurang
Bongkar Muatan Beras
Jakarta - Langkah pemerintah melakukan impor beras saat ini dinilai tepat oleh pedagang. Sebab, suplai beras IR 643 atau beras kualitas III alias beras medium ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) sudah jauh di bawah normal. Beras jenis inilah yang banyak dikonsumsi masyarakat menengah ke bawah.

"Harus diakui, beras kualitas III sudah mulai berkurang. Ini yang banyak dikonsumsi (masyarakat) menengah bawah," kata Ketua Persatuan Pedagang dan Penggilingan Padi (Perpadi) DKI Jakarta, Nellys Soekidi, kepada detikFinance di Jakarta, Kamis (12/11/2015).

Nellys menuturkan, pasokan beras medium ke (PIBC) saat ini hanya 300-400 ton per hari‎. Normalnya, pasokan beras medium ke PIBC mencapai 1.000 ton/hari. "Pemerintah harus menggelontorkan pasokan beras kelas III ke pasar untuk menstabilkan harga," ucapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga beras medium di PIBC saat ini Rp 8.900-9.000/kg. "Idealnya saat kondisi normal itu Rp 8.200-8.300/kg," ungkap Nellys.

Meski demikian, secara keseluruhan pasokan beras ke PIBC masih normal, yaitu 2.500-3.000 ton/hari. Kekurangan pasokan beras medium tertutup oleh meningkatnya pasokan beras kualitas premium. "Pasokan ke pasar masih stabil, 2.500-3.000/ton per hari di Cipinang," tukas dia.

Peningkatan pasokan beras premium ini diperkirakan merupakan dampak dari pengadaan Perum Bulog yang kini lebih banyak menyerap beras premium, sehingga penggilingan-penggilingan padi pun lebih banyak membuat beras premium. Selain itu, terjadi pergeseran permintaan di masyarakat, konsumsi beras premium meningkat.

Sejauh ini, menurut Nellys, masuknya beras Vietnam belum berdampak terhadap harga beras di PIBC. Sebab, beras impor tersebut masih disimpan di gudang Bulog, belum ‎digelontorkan ke pasar. "Beras itu masuk tapi belum masuk pasar, pasokan juga masih normal," ucapnya.

(hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads