"Meski banyak tantangan, terutama perlambatan ekonomi di negara emerging market, dan tak stabilnya nilai tukar. Penerbangan masih bisa tumbuh karena harga minyak turun, kata Presiden Association of Asia Pacific Airlines (AAPA), Arif Wibowo, di Hotel Ritz Carlton, Nusa Dua, Bali, Jumat (13/11/2015).
Anjloknya harga avtur yang saat ini di kisaran 40 sen dolar AS per liter, membuat sejumlah maskapai masih bisa menjual tiket dengan harga terjangkau sehingga bisa menjaga tren permintaan di tengah sulitnya ekonomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arif yang juga Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk ini mengungkapkan, pada September, jumlah penumpamg pesawat di Asia Pasifik sendiri tercatat lebih dari 22 juta penumpang. Angka ini naik 6% dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara, jumlah penumpang di Asia Asia Pasifik sudah mencapai 206,1 juta sepanjang tahun ini.
"Dari sisi RPK (revenue passangger kilometres) ada kenaikan 7,4%, itu menggambarkan kenaikan permintaan rute terbang jarak pendek dan jauh. Secara umum, pertumbuhan selama 9 bulan terakhir demand penumpang penerbangan mencapai 8,3% di Asia saja," terang Arif
(hns/hns)










































