Pengakuan Pedagang, Musim Paceklik Bikin Harga Beras Naik

Pengakuan Pedagang, Musim Paceklik Bikin Harga Beras Naik

Lani Pujiastuti - detikFinance
Jumat, 13 Nov 2015 17:17 WIB
Pengakuan Pedagang, Musim Paceklik Bikin Harga Beras Naik
Jakarta - Pedagang beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur mengeluh soal sepinya transaksi pasar beberapa hari ini. Penjualan beras medium kualitas III jenis IR 64 sepi pembelu. Harga beras jenis tersebut terus naik sepanjang musim kemarau tahun ini.

Sepinya transaksi juga disebabkan adanya kabar beras Vietnam yang akan masuk ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC). Hal ini setelah ada proses bongkar kapal dari Vietnam di pelabuhan-pelabuhan di Indonesia termasuk Tanjung Priok.

"Harga beras IR 64 kualitas sedang naik mulai paceklik abis Lebaran itu sampai sekarang. Naiknya udah Rp 1.000/kg lebih, dari harga Rp 8.500/kg udah Rp 9.500/kg lebih," kata salah seorang karyawati di kios beras Abd Rochman, kepada detikFinance di PIBC, Jakarta, Jumat (13/11/2015).
Β 
Pantauan dari sebagian besar kios beras dan di lapangan yang dibawa truk-truk, beras IR didominasi beras Cilamaya dan Karawang. Kabar akan masuk beras Vietnam pada Senin pekan depan mulai gencar beredar di kalangan pedagang PIBC.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Katanya mau masuk beras Bulog, beras Vietnam. Katanya Senin, tapi nggak tau pastinya Senin atau kapan masuknya. Semenjak paceklik ini harga nggak ada yang kepala delapan," kata salah seorang karyawan di kioas Abd Rochman.
Β 
Kios beras tersebut menawarkan beras IR 64 Cilamaya dengan harga Rp 9.500/kg. Pedagang pun berspekukasi beras impor akan masuk lasar dengan harga lebih rendah dari pasaran sehingga menahan belanja hari ini.

"IR Cilamaya Rp 9.400-Rp 9.500/kg. Itu yang kualitas sedang. Kualitas super IR Rp 10.000/kg. Mungkin mau masuk beras Bulog karena harga udah tinggi ya," katanya.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads