Semakin dekatnya akses perbankan ke masyarakat, khususnya nelayan tentu akan membantu berbagai aktivitas. Sekarang nelayan usai menangkap ikan, dan menjual di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), bisa langsung menyimpan uangnya tanpa harus ke bank.
Caranya adalah dengan memanfaatkan program laku pandai atau layanan keuangan tanpa kantor cabang dari berbagai bank. Masing-masing bank menyediakan fasilitas agen yang mampu melayani setiap transaksi setoran, tarik tunai, transfer dan pembayaran.
Nelayan bisa datang ke agen terdekat dan mengisi beberapa data dalam lembaran formulir. Syaratnya juga tidak rumit, nelayan cukup memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan telepon seluler, sebab akan berfungsi sebagai rekening dan penyebaran informasi transaksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muliaman menambahkan, Program Laku Pandai, akan menguntungkan bagi nelayan. Apalagi ketika berada di daerah yang masih sulit diakses oleh perbankan, misalnya Pantai Sendangbiru, Malang. Meski jaraknya tidak jauh dari kota Malang, namun cuma tersedia kantor cabang PT Bank BRI.
"Tadi saya lihat di sini juga cuma Bank BRI. Bank lainnya belum ada. Bank Jatim saja juga nggak di sini," tuturnya.
Di samping itu, nelayan juga bisa mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada bank dengan bunga yang cukup rendah, yaitu 12% per tahun. Tentunya dapat digunakan sebagai modal untuk pengembangan usaha dan peningkatan produktivitas penangkapan ikan.
"Tidak cuma menabung, pembiayaan juga bisa dilakukan dengan sederhana," ujarnya.
(mkl/hns)











































