βBeras pokok, mau mahal pun namanya buat makan buat harus dibeli. Sementara ada El Nino kan belum jelas parahnya sampai mana, kalau tidak ada stok bukan cuma naik saja, pasti sudah pindah harga namanya,β ungkap Ujang Daruri, pedagang beras Pasar Induk Cipinang (PIC), Jakarta Timur, yang ditemui detikFinance, Minggu (15/11/2015).
Sebenarnya dengan kondisi stabil pun, kata Ujang, harga sejumlah beras sebenarnya mengalami kenaikan di kisaran Rp 100-500/kg di tingkat pedagang besar. Umumnya, para pedagang menyebut naik ketika perubahan harga terjadi di atas Rp 500/kg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pemilik Toko UD Beras Cianjur ini, langkah pemerintah mengimpor beras Vietnam pun sebenarnya sedikit terlambat.
βImpor itu pengaruhnya shock therapy ke pedagang. Sekarang beras sudah Rp 9.000-an ke atas yang medium, naik dari awal tahun perlahan-lahan. Kalau impornya sejak lama beras medium masih bisa Rp 9.000, sekarang rata-rata Rp 9.500, itu di kita yang pedagang grosir loh,β kata Ujang.
Dari pantauan detikFinance, harga beras terendah di PIC saat ini adalah Rp 7.500/kg dan harga paling tinggi adalah beras Pandan Wangi Cainjur yang dipatok Rp 13.000/kg.
Sementara, harga beras lokal yang setara dengan kualitas beras impor Vietnam yakni IR 64 adalah Rp 9.000/kg untuk kualitas IV, Rp 9.400/kg kualitas III, Rp 10.000/kg kualitas II, dan Rp 10.500/kg kualitas I.
Harga janis beras medium lainnya dari jenis Muncul dan Ramos saat dihargai sebesar Rp 10.000 untuk kualitas III, Rp 10.500 beras kualitas II, Rp 11.000 beras kualitas I, dan Rp 12.000 untuk kualitas super.
Sementara beras premium dari jenis Pandan Wangi Cianjur saat ini dipatok seharga Rp 10.000 untuk kualitas III, Rp 12.000/kg untuk kualitas II, dan Rp 13.000/kg untuk kualitas I.
(ang/ang)











































