Menkop Kumpul Bareng Lembaga Penjamin dari 11 Negara di Bali

Menkop Kumpul Bareng Lembaga Penjamin dari 11 Negara di Bali

Lani Pujiastuti - detikFinance
Senin, 16 Nov 2015 09:25 WIB
Menkop Kumpul Bareng Lembaga Penjamin dari 11 Negara di Bali
Nusa Dua - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) AAGN Puspayoga hari ini menghadiri sekaligus membuka acara pertemuan lembaga penjaminan dari 11 negara, yang bertajuk The International Guarantee Seminar & The 28th ACSIC Conference di Westin Hotel, Nusa Dua, Bali.

Lembaga penjaminan dari 11 negara diantaranya India, Jepang, Korea, Malaysia, Nepal, Papua Nugini, Filipina, Sri Lanka, Taiwan, Thailand dan Indonesia.

Selain Menkop UKM, hadir pula Dewan Komosioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad. Keduanya didampingi oleh Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) yang sekaligus Direktur Utama Jamkrindo, Diding S. Anwar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum membuka acara seminar, Puspayoga beserta rombongan menyampatkan mampir ke stan-stan UKM yang memamerkan produk unggulannya di lobi hotel. Menteri Puspayoga menyempatkan berkeliling meninjau satu per satu stan yang ada.

Sebanyak 17 stan peserta pameran dengan produk berkualitas ekspor diantaranya menawarkan produk kerajinan perak, kopi Bali, kain tenun Bali, kerajinan kaca, pahatan kayu, produk perawatan tubuh, hingga produk fashion. Menteri Puspayoga pun sempat menyeruput secangkir kopi Bali.

Dalam acara tersebut juga akan dilakukan launching pemeringkat UMKM dengan indikator KPI (key performance indicator).

"Pemeringkatan UMKM melalui skor key performance indicator (KPI) bisa meningkatkan kualitas mereka, supaya produknya pun diarahkan ke pasar ekspor," kata Puspayoga, Senin (16/11/2015).

Puspayoga meminta agar pengusaha UKM tidak ragu mengakses dana Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kemenkop UKM pun tengah 'tancap gas' menyalurkan dana KUR tahun ini yang mencapai Rp 30 triliun.

"Dana KUR masih ada dan kami harap UKM jangan ragu manfaatkan dana ini. Plafonnya Rp 25 juta. Tahun depan bunganya turun dari 22 persen menjadi 12 persen," tambah Puspayoga.

(rrd/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads