Saat di G-20, Jokowi Tegaskan RI Tak Lagi Ekspor Barang Mentah

Saat di G-20, Jokowi Tegaskan RI Tak Lagi Ekspor Barang Mentah

Bagus Prihantoro Nugroho - detikFinance
Senin, 16 Nov 2015 11:40 WIB
Saat di G-20, Jokowi Tegaskan RI Tak Lagi Ekspor Barang Mentah
Foto: Biro Pers, Media dan Informasi Istana Kepresidenan
Antalya - Dalam pertemuan Working Dinner KTT G20 di Hotel Reqnum Carya di Kota Antalya, Turki, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, bahwa industri Indonesia harus bisa melepaskan diri dari ketergantungan ekspor bahan mentah. Seperti Indonesia, ekspor komoditas minimal harus diolah setengah jadi, tidak lagi barang mentah.

"Di mana barang yang diekspor, minimal setengah jadi, syukur kalau barang jadi,” kata Presiden Joko Widodo ketika usai mengikuti Working Session I Pertemuan G-20 di Antalya, Turki, seperti yang disampaikan Tim Komunikasi Presiden, Ari Dwipayana, dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/11/2015).

Jokowi menekankan arah dari strategi pembangunan negara harus jelas, termasuk strategi investasi, strategi tenaga kerja. "Semuanya harus dirancang dengan baik,” ujar Jokowi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jokowi mengatakan, strategi investasi harus jelas apa yang harus dikejar. Tentunya yang utama adalah investasi di bidang infrastruktur lalu kemudian, investasi padat karya, karena 60 persen dari pengangguran yang berjumlah 7,5 juta orang itu adalah lulusan SD, SMP, dan SMK.

"Sehingga masuknya harus ke investasi padat karya. Meskipun yang berkaitan dengan hi-tech juga dikerjakan dengan baik," kata Jokowi.

Investasi di bidang infrastruktur sangat penting karena memberikan banyak dampak, baik pada jangka pendek, menengah, dan panjang. Jangka pendek misalnya, akan membuka lapangan pekerjaan pada saat pembangunan infrastruktur. Jangka menengah menyebabkan mobilitas jasa, barang, dan orang menjadi lebih cepat.

"Jangka panjang transportasi akan murah, distribusi logistik lebih murah. Akhirnya harga barang itu lebih murah," kata Presiden.

Simpati Untuk Rakyat Prancis

Presiden Jokowi mengatakan kepada wartawan bahwa di sela-sela pelaksanaan G-20, bahwa Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia menyampaikan duka yang mendalam kepada rakyat Prancis.

"Saya juga menyampaikan, mengutuk keras aksi kekerasan yang terjadi di Paris itu," ucap Jokowi.
Β 
Pada sesi Working Dinner, Presiden akan menyampaikan bahwa Indonesia sebagai negara penduduk muslim terbesar di dunia, Islam Indonesia adalah Islam yang toleran, modern, dan moderat.

"Dan mereka sadar betapa pentingnya Indonesia, karena dengan penduduk muslim yang besar, tetapi kita pada situasi dan kondisi yang baik. Ada toleransi, pluralisme, dan kemajemukan berjalan dengan baik," tutup Jokowi.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads