Neraca Perdagangan RI Surplus US$ 1,01 Miliar di Oktober 2015

Neraca Perdagangan RI Surplus US$ 1,01 Miliar di Oktober 2015

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 16 Nov 2015 11:57 WIB
Neraca Perdagangan RI Surplus US$ 1,01 Miliar di Oktober 2015
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, neraca perdagangan Indonesia di Oktober 2015 mencatatkan surplus US$ 1,01 miliar. Secara kumulatif pada Januari-Oktober 2015, neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 8,16 miliar.

"Ini termasuk angka surplus yang cukup besar, dengan 2011 surplus US$ 1,424 miliar, 2012 defisit US$ 1,89 miliar, 2013 surplus US$ 24,3 juta, dan 2014 defisit US$ 23,5 juta," kata Kepala BPS, Suryamin, dalam jumpa pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (16/11/2015).

Angka surplus ini disebabkan nilai ekspor yang lebih tinggi, ketimbang nilai impor yang dilakukan oleh Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nilai ekspor Indonesia di Oktober tercatat mencapai US$ 12,08 miliar, atau turun 4% dibanding September 2015. Namun secara volume, ekspor Indonesia pada periode tersebut naik 4,38%.

Ekspor migas Indonesia pada periode itu adalah US$ 1,38 miliar, turun 5,09% dari bulan sebelumnya US$ 1,45 miliar. Sementara angka ekspor non migas adalah US$ 10,71 miliar, turun 3,86% dari bulan sebelumnya US$ 11,13 miliar.

"Memang karena harga komoditi yang masih rendah, ekspor masih belum baik‎. Dibandingkan dengan Oktober 2014, dari 22 komoditas, hanya 2 membaik, yaitu kakao dan jagung," kata Suryamin.

Secara kumulatif Januari-Oktober 2015, ekspor Indonesia adalah US$ 127,22 miliar, turun 14,04% dari periode yang sama tahun lalu.

Ekspor terbesar adalah lemak dan minyak hewan nabati, serta bahan bakar mineral.

Kemudian, angka impor Indonesia di Oktober 2015 adalah US$ 11,07 miliar, turun 4,27% dibandingkan September 2015. Secara volume, angka impor Indonesia di Oktober juga turun 6,32% dibandingkan September 2015.

Nilai impor migas turun 8,12% di Oktober 2015, dari US$ 1,91 miliar menjadi US$ 1,76 miliar. Kemudian nilai impor non migas turun 3,5%, dari US$ 9,65 miliar menjadi US$ 9,31 miliar.

Secara kumulatif, angka impor Indonesia adalah US$ 119,05 miliar, turun 20,47% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Impor terbesar adalah mesin dan peralatan mekanik, serta mesin dan peralatan listrik.

(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads