Kondisi ini berlawanan dengan kinerja ekspor Indonesia ke China, yang justru bertambah buruk alias anjlok. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor ke China hanya sebesar US$ 11 miliar atau turun 20,1% dari US$ 13,7 miliar dibandingkan periode yang sama sebelumnya.
"China adalah pasar yang besar, Indonesia terus mengeluarkan strategi untuk mendorong komoditas-komoditas penting dieskpor ke China," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (16/11/2015)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"CPO adalah yang paling besar diekspor ke China," imbuhnya.
Barang ekspor Indonesia ke China:
- Bahan Bakar Mineral
- Lemak dan Minyak Hewan/Nabati
- Barang Kimia
- Karet
- Alas kaki
- Besi dan Baja
- Plastik
- Naik
Barang impor dari China ke Indonesia:
- Mesin dan alat mekanik (naik 1,25%)
- Mesin dan alat listrik (turun 10,53%).
- Besi dan baja (naik 18,2%)
- Plastik (naik 2,78%)
- Bahan kimia (naik 10,73%)
- Pupuk (naik 44,3%)
- Kendaraan dan bagain-bagiannya (turun 18,38%)
- Bahan kimia unorganik (turun 6,58%)










































