Tekor, Ekspor RI Anjlok 20% Ketika Ada Serbuan Barang China

Tekor, Ekspor RI Anjlok 20% Ketika Ada Serbuan Barang China

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 16 Nov 2015 17:55 WIB
Tekor, Ekspor RI Anjlok 20% Ketika Ada Serbuan Barang China
Jakarta - Barang impor dari China terus masuk ke Indonesia selama 2015. Selama Januari-Oktober 2015 tercatat impor produk China US$ US$ 23,8 miliar atau naik 64,39% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 14,5 miliar.

Kondisi ini berlawanan dengan kinerja ekspor Indonesia ke China, yang justru bertambah buruk alias anjlok. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor ke China hanya sebesar US$ 11 miliar atau turun 20,1% dari US$ 13,7 miliar dibandingkan periode yang sama sebelumnya.

"China adalah pasar yang besar, Indonesia terus mengeluarkan strategi untuk mendorong komoditas-komoditas penting dieskpor ke China," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (16/11/2015)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ekspor paling besar ke China adalah minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang masuk dalam kelompok minyak dan hewan nabati. Sebelumnya produk ini memberikan berkah, ketika harganya tinggi. Saat ada penurunan harga tidak memberikan dampak yang begitu berarti bagi ekspor Indonesia ke China.

"CPO adalah yang paling besar diekspor ke China," imbuhnya.

Barang ekspor Indonesia ke China:



  • Bahan Bakar Mineral
  • Lemak dan Minyak Hewan/Nabati
  • Barang Kimia
  • Karet
  • Alas kaki
  • Besi dan Baja
  • Plastik
  • Naik

Barang impor dari China ke Indonesia:



  • Mesin dan alat mekanik (naik 1,25%)
  • Mesin dan alat listrik (turun 10,53%).
  • Besi dan baja (naik 18,2%)
  • Plastik (naik 2,78%)
  • Bahan kimia (naik 10,73%)
  • Pupuk (naik 44,3%)
  • Kendaraan dan bagain-bagiannya (turun 18,38%)
  • Bahan kimia unorganik (turun 6,58%)
(mkl/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads