Saat pendaftaran, Rachmat Gobel didampingi sejumlah pengusaha senior seperti Chris Kanter, Benny Soetrisno, dan Solihin Kalla. Berbeda dengan Rahmat, kehadiran Rosan saat pendaftaran didampingi cukup banyak pengusaha, yang sebagian besar dari kalangan muda.
Sebut saja nama-nama seperti Erwin Aksa, Anindya N. Bakrie, Sandiaga Uno, Bahlil Lahadalia, Ketua umum HIPMI, serta sejumlah pengusaha muda lainnya dari berbagai asosiasi. Lalu, apakah pemilihan Ketua Umum Kadin kali ini merupakan ajang pertarungan senior lawan junior?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak melihat hal itu, yang dilihat itu benar-benar tentang program masing-masing kandidat. Lagipula usia Pak Rahmat dan Pak Rosan tidak terpaut jauh,'' ujarnya.
Senada, Sandiaga S. Uno, yang mendukung Rosan Roeslani, mengatakan bahwa tidak ada yang namanya persaingan antara junior dengan senior maupun antara pengusaha muda dengan yang tua. Menurutnya, siapapun yang nanti terpilih sebagai ketua umum tentu harus mengakomodir pengusaha tanpa ada batasan tertentu.
''Kadin itu kan wadah bagi semua pengusaha Indonesia," kata Sandiaga yang juga kawan Rosan semasa bersekolah di SMU Pangudi Luhur, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Sedangkan Bambang Soesatyo, Ketua umum Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distribusi Indonesia (Ardin), mengatakan persaingan dalam bursa calon ketua umum Kadin ini bukan antara yang muda lawan tua, melainkan antara yang siap dan kurang siap.
''Cari ketua umum itu harus yang sudah siap," ujar Bambang yang juga mendukung Rosan.
Bambang menambahkan, bila nantinya Rosan Roeslani terpilih menjadi Ketua Umum Kadin periode 2015-2020 maka harus berjuang agar Rahmat Gobel kembali menjadi Menteri.
"Beliau tidak pantas bertarung menjadi Ketua Umum Kadin yang jauh jabatannya di bawah Menteri," kata Bambang
(hns/hns)











































