"Targetnya hampir 60 bandara termasuk bandara yang dikelola Angkasa Pura I dan II yang sudah bisa didarati oleh pesawat bermesin jet. Targetnya 100 bandara bisa didarati oleh jet," kata Jonan di acara dalam acara Tempo Economic Breefing di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (17/11/2015).
Jonan mengungkapkan, saat ini jumlah bandara di Indonesia mencapai 237 bandara. Pemerintah akan mendorong bandara-bandara yang bisa dioperasikan secara komersial bisa dikelola oleh Angkasa Pura atau swasta. Tetapi, syaratnya pelayanan bandara harus dapat ditingkatkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk bandara daerah-daerah yang tidak komersil, pemerintah akan mengeluarkan belanja modal, untuk meningkatkan layanan," tutupnya.
Ia menambahkan, hal yang sama juga berlaku untuk pengelolaan pelabuhan, selama pelabuhan bisa dikelola secara komersial maka pemerintah akan mendorong pengelolaan dilakukan pihak swasta.
"Kalau yang non komersil nanti diurusi pemerintah pusat. Misalnya seperti pelabuhan di Pulau Baai, Bengkulu, dikelola Pelindo II silakan Pelindo II kembangkan. Contoh lagi, pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni, karena ini bisa dioperasikan secara komersil silahkan dikembangkan PT ASDP. Pemerintah kembangkan pelabuhan umum yang tidak bisa dilakukan perusahaan," tutup Jonan.
(rrd/hen)











































