JK Dijadwalkan Hadiri Munas Kadin VII di Trans Studio Bandung

JK Dijadwalkan Hadiri Munas Kadin VII di Trans Studio Bandung

Michael Agustinus - detikFinance
Selasa, 17 Nov 2015 15:12 WIB
JK Dijadwalkan Hadiri Munas Kadin VII di Trans Studio Bandung
Jakarta - Musyawarah Nasional (Munas) Kadin Indonesia ke VII akan diselenggarakan di Bandung pada 22-24 November 2015 mendatang. Munas kali ini sekaligus akan memilih Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2015-2020. Kursi Ketum Kadin akan diperebutkan oleh 2 calon, yaitu Rachmat Gobel dan Rosan Roeslani.

Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK), dijadwalkan akan hadir dalam pembukaan Munas pada 23 November 2015 di Hotel Trans Luxury, Trans Studio, Bandung.β€Ž Para menteri Kabinet Kerja juga diundang dalam Munas Kadin kali ini.

"Acara (Munas Kadin) akan diadakan di Trans Studio Hotel di Bandung. Kami sudah siapkan teman-teman Kadinda (Kadin Daerah) untuk free, juga teman-teman asosiasi juga disiapkan. Tanggal 23 (November) akan ada pembukaan dari Bapak JK, setelah itu menteri-menteri akan diundang juga," tutur Ketua Organizing Comitte (OC) Munas Kadin VII, Carmelita Hartoto, dalam konferensi pers di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (17/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain JK dan para menteri Kabinet Kerja, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, juga dijadwalkan akan menghadiri pembukaan Munas Kadin pada 23 November mendatang.β€Ž "Gubernur Jabar (Aher) juga akan ikut serta pada pembukaan," ucap Carmelita.

Dalam Munas Kadin VII ini, Rosan Roeslani dan Rachmat Gobel akan memperebutkan 130 suara untuk memenangkan pemilihan Ketua Umum Kadin Indonesia. Rosan didukung oleh sejumlah pengusaha seperti Erwin Aksa, Sandiaga Uno, Bahlil Lahadalia, Anindya Bakrie, dan sebagainya. Sedangkan Gobel mendapat sokongan dari Chris Kanter, Benny Soetrisno, β€ŽMaxi Gunawan, dan lain-lain.

Untuk mencegah adanya kecurangan-kecurangan dalam pemilihan Ketum Kadin nanti, 130 pemilik suara dalam Munas diminta menandatangani Pakta Integritas. Para kandidat Ketum juga menandatangani pakta serupa.

"Berbeda dengan Munas sebelumnya, kali ini kita ingin mengedepankan asas transparansi, fairness, sehingga sistem dan mekanisme yang akan dipakai pada pemilihan betul-betul transparan. Salah satu hal yang sangat penting dalam proses ini adalah penandatangan pakta integritas, yang harus ditandatangan tidak hanya calon ketum tapi juga para pemegang suara atau pemilih yang ada 130 suara," papar Ketua Umum Kadin Indonesia, Suryo Bambang Sulisto.

Pria yang akrab disapa SBS ini menambahkan, Kadin ingin memberikan preseden baik dalam proses pemilihan ketua umum. "Tujuan Kadin sebagai payung dunia usaha ingin memelopori budaya baru, kita tidak mendukung praktik-praktik transaksional dan praktik-praktik tidak terpuji dalam memilih calon ketum," ucapnya.

Dengan proses yang bersih dan adil, diharapkan ketua umum yang terpilih nantinya bisa diterima oleh semua pihak, baik di internal Kadin maupun di luar Kadin.β€Ž

"Keserasian Kadin dengan pemerintah baik di pusat dan daerah harus diikuti dengan hubungan serasi dan sinergis dengan kadin daerah, kadin pusat, dan pemerintah dengan pemerintah," pungkas SBS.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads