Seluruh Nelayan dan Petani di RI Diharapkan Jadi Peserta BJPS

Seluruh Nelayan dan Petani di RI Diharapkan Jadi Peserta BJPS

Jabbar Ramdhani - detikFinance
Selasa, 17 Nov 2015 16:35 WIB
Seluruh Nelayan dan Petani di RI Diharapkan Jadi Peserta BJPS
Jakarta - Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G. Masassya berharap 25 juta lebih petani dan nelayan bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dengan iuran yang ringan hanya Rp 16.800/bulan, bila suatu saat terjadi kecelakaan, maka biaya pengobatan akan ditanggung BPJS sampai sembuh.

"Saat ini ada 112 juta tenaga kerja di Indonesia, dari jumlah itu 45 juta adalah pekerja formal dan 76 juta adalah pekerja informal. Dari pekerja informal ini 34% adalah nelayan dan petani (sekitar 25 juta)," kata Elvyn dalam sambutannya di acara pembagian kartu BPJS Ketenagakerjaan, di Desa Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (17/11/2015).

Ia mengatakan, diharapkan 34% pekerja informal ini bisa segera menjadi anggota BPJS. Tujuannya baik nelayan maupun petani dapat terlindungi dari risiko kerja yang akan dihadapi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena itu BPJS berinisiatif untuk memperkenalkan sekaligus memberikan perlindungan dan kesejahteraan dasar di sektor informal atau kami sebut pekerja bukan penerima upah dalam hal ini nelayan," katanya.

Elvyn menjelaskan, BPJS Ketenagakerjaan menjalankan 4 program jaminan sosial yakni jaminan hari tua, jaminan pensiun, jaminan kecelakaan kerja, dan jaminan kematian.

"Untuk jaminan kematian dan kecelakaan kerja, iuran bulanannya seharga 16.800 rupiah per bulan. Jika ada kecelakaan dalam kerja, akan menanggung biaya pengobatan hingga sembuh. Jika sampai meninggal maka akan diberikan santunan kepada ahli waris sejumlah Rp 115 juta plus beasiswa bagi anaknya. Kawan nelayan diharapkan bisa tenang dan tetap produktif saat melaut dengan adanya BPJS Ketenagakerjaan ini," tutup Elvyn.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads