Di sela-sela pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Antalya, Turki, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden China, Xi Jinping.
Pertemuan kedua pemimpin tersebut membahas komitmen peningkatan investasi China di Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi meminta China memperbesar investasi di sektor riil dan keuangan
"Sudah disampaikan Presiden Jokowi pada Presiden China bahwa sebaiknya China lebih banyak investasi di Indonesia untuk infrastruktur dan manufaktur. Dan kebetulan presiden China langsung menanggapi, bahwa China akan memperbanyak investasi terutama di sektor manufaktur," ungkap Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro melalui teleconference dari Turki kepada wartawan di Jakarta, Selasa (17/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Bambang, China sendiri telah menyampaikan komitmen menambah dukungan likuiditas untuk memperkuat cadangan devisa, dari US$ 15 miliar menjadi US$ 20 miliar.
"Kami mengapresiasi penawaran China untuk menaikkan bilateral currency swap, dari US$ 15 miliar jadi US$ 20 miliar, dengan tambahan US$ 5 miliar itu benar-benar bisa memberikan dukungan likuiditas. Kami sungguh mengapresiasi apa yang dilakukan China," terang Bambang.
Tak hanya itu, pertemuan tersebut juga menyepakati tambahan pinjaman bank China untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur di tanah air.
"Soal pinjaman dari China, Jinping benar, bank-bank dari China siap memberikan pembiayaan untuk infrastruktur, dan Presiden Jokowi mengapresiasi sikap China yang mendukung pembangunan infrastruktur Indonesia," tutupnya.
(hns/hns)











































