Perekonomian global memang dalam tren melambat. Saat ini, negara-negara di dunia tak terkecuali China memang tengah berjuang untuk tetap bisa mendorong pertumbuhan ekonomi mereka.
Perlambatan ekonomi dunia salah satunya disumbang dari melemahnya ekonomi China, yang merupakan negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia. Ekonomi China tak lagi tumbuh dobel digit. Mau tak mau, perlambatan tersebut tentu berpengaruh terhadap negara-negara lainnya. Ekonomi global penuh ketidakpastian.
Demikian disampaikan Presiden China Xi Jinping, dalam sambutannya di acara CEO Summit Konferensi Tingkat Tinggi, Komite Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2015, di Hotel Shangri-La, Manila, Filipina, Rabu (17/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Xi Jinping menjelaskan, dunia tidak bisa lagi tergantung pada harga komoditas yang saat ini terus merosot. Dunia perlu kreatif menciptakan bisnis model untuk bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.
Melalui forum KTT APEC ini, diharapkan akan banyak sharing inovasi untuk tetap bisa memperkuat pertumbuhan ekonomi dengan memperkuat komunikasi, organisasi, teknologi, dan mendorong pembangunan infrasttuktur secara agresif.
"Kita perlu mempercepat dan mendorong berbagai infrastruktur dan harus terbuka terhadap kerjasama. Kita harus implementasikan untuk pembangunan berkelanjutan. Mempromosikan connectivity, fokus pada infrastruktur,β jelas dia.
Dengan begitu, Xi Jinping meyakini, perekonomian dunia termasuk negara-negara berkembang akan tumbuh lebih baik ke depan.
"Ekonomi global akan pulih. Ekonomi global akan menjadi sehat kembali," pungkasnya.
(drk/rrd)











































