Blusukan ke Pasar Cipinang, Ketua KPPU Cek Dugaan Permainan Beras

Blusukan ke Pasar Cipinang, Ketua KPPU Cek Dugaan Permainan Beras

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Rabu, 18 Nov 2015 14:44 WIB
Blusukan ke Pasar Cipinang, Ketua KPPU Cek Dugaan Permainan Beras
Jakarta - Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Muhammad Syarkawi Rauf dan beberapa komisioner blusukan ke Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur, siang ini (18/11/2015).

KPPU ingin meninjau soal laporan berkurangnya pasokan beras ke Cipinang, apakah terkait dugaan permainan kartel beras atau karena masalah pasokan karena produksi berkurang. KPPU sebelumnya menduga ada kartel beras di setiap provinsi di Indonesia.

Syarkawi dan rombongan didampingi oleh Ketua Umum Koperasi Pedagang Pasar Induk Cipinang Jakarta, Zulkifly Rasyid. Mereka datang sekitar pukul jam 13.30 WIB, lalu berbincang dengan pengurus koperasi di ruang koperasi Pasar Cipinang. Berselang 15 menit, rombongan KPPU turun ke lapangan dan berkeliling pasar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita ingin mendalami pasokan di sini berkurang, apa karena produksi tidak ada, atau ada permainan kita mau tindaklanjuti, kita mau audiensi dulu," kata Syarkawi, di Pasar Induk Cipinang, Rabu (19/11/2015).

Saat berkeliling, Syarkawi sempat menyapa para pedagang, lalu sempat bertanya soal harga beras kepada pedagang yang dihampirinya.

"Ini beras IR berapa?" tanya Syarkawi yang berbatik corak biru.

"Ini beras medium kita beli Rp 9.200/Kg, kita jual Rp 9.300-9.400/kg, dari Indramayu ini beras baru datang," kata pedagang yang bernama Halim.

Pengakuan pedagang beras Cipinang sebelumnya, suplai beras IR 64 atau beras kualitas III alias beras medium ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) sudah jauh di bawah normal atau mulai berkurang. Beras jenis inilah yang banyak dikonsumsi masyarakat menengah ke bawah.

(hen/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads