Total transaksi ini turun sekitar 35% dibandingkan dengan capaian transaksi TEI 2014 yang sempat mencapai US$ 1,42 miliar. Bahkan transaksi TEI 2015 jauh di bawah capaian TEI 2013 yang sempat capai US$ 1,82 miliar.
Namun pergelaran pameran perdagangan terbesar di Indonesia ini telah berhasil menjaring pasar-pasar ekspor baru di negara non-tradisonal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Nus Nuzulia Ishak mengatakan, keberhasilan menembus pasar di negara-negara non-tradisional tersebut sesuai harapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka pameran 21 Oktober 2015 lalu.
โBuyer pada TEI 2015 didominasi negara-negara non-tradisional. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan diversifikasi pasar yang dilakukan pemerintah telah membuahkan hasil. Ini sesuai dengan harapan Pak Jokowi,โ ungkap Nuzulia di kantor Kemendag, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Rabu (18/11/2015).
Negara-negara non-tradisional dengan nilai transaksi paling tinggi adalah Malaysia sebesar US$ 109,62 juta, UEA US$ 86,24 juta, Afrika Selatan US$ 52,01 juta, Turki US$ 44,93, dan Mesir US$ 42,76 juta.
TEI 2015 berlangsung 21-25 Oktober dan diikuti 1.046 peserta dan dikunjungi sebanyak 14.041 pengunjung mancanegara. Jumlah ini menurun dari tahun sebelumnya yang berjumlah 14.235. Namun, jumlah negara yang datang mengalami peningkatan dari 125 negara tahun lalu menjadi 129 negara.
(hen/hen)











































