Soal Pasokan Beras, Pengakuan Pedagang Beras di Cipinang Beda-beda

Soal Pasokan Beras, Pengakuan Pedagang Beras di Cipinang Beda-beda

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Rabu, 18 Nov 2015 17:54 WIB
Soal Pasokan Beras, Pengakuan Pedagang Beras di Cipinang Beda-beda
Jakarta - Pedagang beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur menyampaikan pengakuan yang berbeda-beda soal pasokan dan harga beras. Laporan adanya penurunan pasokan beras jenis IR 64 atau beras medium di Cipinang, membuat KPPU turun ke lapangan siang ini.

Alloy, salah satu pedagang besar beras di Cipinang, mengaku pasokan beras yang diterima dirinya selama ini berjalan normal meskipun saat ini ada musim el nino yang memicu kekeringan.

"Pasokan normal, nggak ada dampknya dari el nino," kata Alloy di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (18/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alloy mengatakan harga beras juga masih berada posisi stabil yakni Rp 9.000-Rp 9.500/Kg untuk beras medium dan di atas Rp 10.000 per kg untuk beras premium.

"Memang kalau dibandingkan tahun lalu ada kenaikan cuma nggak besar. Tapi harga sekarang ini stabil sudah dari beberapa bulan lalu," ujarnya.

Alloy rata-rata mampu menjual 100 ton beras per hari. Beras dikirim ke Jakarta dan luar pulau, sebanyak 70% kualitas medium dan 30% kualitas premium. Saat ini, pasokan beras diperoleh dari Jawa Barat dan Jawa Tengah.

"Kalau stok di gudang, saya ada 500 ton," tambahnya.

Hal sama disampaikan oleh pedagang beras lainnya bernama Alex. Alex mengaku pasokan beras yang diterima olehnya masih normal. Ia menerima beras 20 ton dan maksimal 100 ton per hari.

"Pasokan standar, nggak ada kekurangan setiap harinya," jelasnya.

Untuk harga, Alex menjual beras medium Rp 8.800-Rp 9.300 per kg dan beras premium seperti pandan wangi antara Rp 11.000-Rp 12.000 per kg.

"Harga terendah yang kita jual Rp 8.800," ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Koperasi Pedagang Pasar Induk Cipinang Jakarta, Zulkifly Rasyid menyebut pasokan beras di Pasar Cipinang justru menurun. Rata-rata di hari normal, Pasar Cipinang memperoleh pasokan 3.000 ton per hari.

Kini, saat musim kemarau, pasokan beras hanya 2.000 ton, akibatnya, harga beras terkerek naik. Alhasil, Zulkifly mengusulkan agar beras impor segera dibuka ke pasar untuk menambah pasokan dan menurunkan harga.

"Beras nggak ada (medium), dibilang surplus. Bohong itu," jelasnya.

Zulkifly enggan menunjukkan lokasi gudang saat bersama Ketua Komite Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf melakukan blusukan di Pasar Cipinang. Syarkawi, pada siang tadi, ingin memastikan pernyataan Zul bahwa cadangan beras di gudang minim.

"Lokasinya jauh pak, soalnya kita harus naik motor ke sana," ungkap Zulkifly.

(feb/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads