Begini Modus Praktik Kartel Beras di Jakarta yang Diendus KPPU

Begini Modus Praktik Kartel Beras di Jakarta yang Diendus KPPU

Muhammad Idris - detikFinance
Kamis, 19 Nov 2015 09:22 WIB
Begini Modus Praktik Kartel Beras di Jakarta yang Diendus KPPU
Ilustrasi (Foto: dok. detikFinance)
Jakarta -

Kelangkaan beras jenis medium di Jakarta, seperti yang terjadi di Pasar Induk Cipinang (PIC), jadi pintu masuk Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyelidiki dugaan praktik kartel dalam rantai pasok beras di Jakarta.

Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf mengatakan, pihaknya masih menyelidiki di lapangan, apakah data dari Kementerian Pertanian yang menyatakan surplus beras di sentra beras seperti di Jawa Barat sesuai, atau memang pasokan dipermainkan untuk mengendalikan harga.

Indikasi awal, dari penulusurannya di PIC, rupanya kedatangan beras di Jakarta hanya dikuasai segelintir pemain besar. Meski ada ribuan penggilingan padi di Jawa Barat, rantai pasok di Jakarta terutama di pasar induk hanya dikuasai 6-7 pemain besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

β€œBeras Jakarta rata-rata dari Jawa Barat, sisanya dari Jawa Tengah. Memang ada ribuan penggilingan, tapi yang kuasai ini hanya 6-7 pihak yang punya penggilingan dan gudang beras besar,” jelas Syarkawi pada detikFinance, Rabu (19/11/2015).

Menurut Syarkawi, perusahaan yang memiliki gudang beras di Jakarta memiliki kaki tangan beberapa orang pengumpul. Pengumpul ini kemudian mencari beras di petani langsung atau di penggilingan-penggilingan kecil.

β€œJadi ada ribuan penggilingan memang di Jawa Barat. Penggilingan kan nggak bisa jual langsung ke Jakarta. Jadi yang kuasai beras dari sentra beras seperti Indramayu, Subang, Karawang, atau Cianjur ke Jakarta ini hanya dikuasai orang-orang yang besar ini,” jelas Syarkawi.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads